Generasi Zilenial Harus Sibuk dengan Aktivitas Positif

DISKUSI: Bunda Genre (Generasi Berencana) Provinsi Jabar, Atalia Ridwan Kamil menjadi narasumber dalam diskusi Zilenial dan Kesehatan Reproduksi Remaja di Cihampelas Walk, Kota Bandung, Kamis (12/12).FOTO: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Pemprov Jabar

BANDUNG – Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat, ada beberapa masalah yang kerap dihadapi Generasi Zilenial. Yakni, seks bebas, pernikahan dini, dan penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika serta zat adiktif lainnya (napza).

Kondisi ini tentu menyebabkan kekhawatiran sebagian besar orang tua yang memiliki anak remaja. Termasuk juga dengan Bunda Genre (Generasi Berencana), Atalia Ridwan Kamil.

“Untuk Generasi Zilenial saat ini, saya sebetulnya khawatir terkait dengan data-data yang saya peroleh, bahwa banyak sekali kasus yang justru dimulai sejak remaja. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan narkoba, seks bebas, atau juga pernikahan dini, tetapi lebih jauh, yaitu HIV/AIDS,” kata Atalia usai menjadi narasumber dalam diskusi Zilenial dan Kesehatan Reproduksi Remaja di Cihampelas Walk, Kota Bandung, Kamis (12/12).

Oleh sebab itu, Bunda Genre meminta kepada para remaja untuk berhati-hati dalam pergaulan dan menghindari perilaku seks yang tidak sehat. Hal itu bertujuan agar remaja dapat hidup sehat, terencana, dan memiliki persiapan matang untuk masa depan.

“Saya berpesan pada para remaja untuk dapat memilih lingkungan pergaulan yang baik. Kemudian, menyibukkan diri melalui kegiatan yang positif dan bermanfaat,” ucapnya.

Dia sangat mengapresiasi acara diskusi seperti ini. Pasalnya, banyak informasi yang bisa dibagikan kepada remaja tentang hal-hal yang baik untuk dijadikan referensi dalam menjalankan aktivitasnya. “Saya ingin kegiatan-kegiatan diskusi seperti ini dilakukan di ruang terbuka agar banyak sekali masyarakat yang datang dan mendengarkan,” imbuhnya.

Senada dengan Atalia, Kepala Bidang ADPIN Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Elma Triyulianti berujar bahwa saat ini remaja harus menyadari masalah besar yang dihadapi dalam fase usianya.

Dengan itu, maka dia yakin, seluruh remaja akan memiliki komitmen kuat untuk tidak menjadi korban dari Triad KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja) guna menjauhkan remaja dari seks bebas dan menikah di usia yang masih sangat muda.

“Jadi memang Program Genre ini bisa menjadi salah satu solusi bagi remaja dalam mempersiapkan kehidupannya sebelum memutuskan untuk menikah. Di antaranya penundaan usia perkawinan sehingga remaja dapat meningkatkan kualitas dan produktivitasnya melalui pendidikan setinggi mungkin dan juga keterampilan hidup lain, kesiapan mental sampai kesehatan reproduksi remajanya” singkatnya. (jun)

Berita Terkait