Gara-gara Bakar Sampah Sembarangan, Rumah Dua Lantai Nyaris Kebakaran

Petugas menyemprotkan air ke rumah yang nyaris terbakar. FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN
Petugas menyemprotkan air ke rumah yang nyaris terbakar.FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Sebuah rumah dua lantai di Desa Peusing, Kecamatan Jalaksana, nyaris hangus terbakar hanya gara-gara ada warga yang membakar sampah sembarangan, Senin (19/8). Beruntung, kebakaran bisa segera tertangani dan hanya menghanguskan bangunan semi permanen di lantai atas tempat menjemur pakaian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran tersebut menimpa atap rumah milik keluarga H Sanari (55) di Dusun Manis, Desa Peusing, Kecamatan Jalaksana, sekitar pukul 15.10 WIB. Adalah Kasadi, tetangga Sanari yang pertama melihat kebakaran tersebut saat dirinya tengah memperbaiki rumahnya.

Saat itu Kasadi melihat api sudah besar membakar bangunan kayu di lantai dua rumah H Sanari. Seketika dia berteriak memanggil para tetangga yang lain untuk menolong memadamkan api. Kejadian kebakaran ini pun langsung dilaporkan aparat Desa Peusing ke petugas UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan yang kemudian tiba di lokasi sekitar 20 menit kemudian. Dibantu masyarakat dan anggota Polsek dan Koramil Jalaksana, petugas Damkar akhirnya berhasil memadamkan api pada pukul 16.15 WIB.

“Beruntung kejadian ini langsung dilaporkan sehingga bisa langsung ditangani sebelum api merembet ke lantai bawah. Kebakaran hanya menghanguskan bangunan kayu di lantai atas, sehingga kerugian yang diderita pemilik rumah pun terbilang ringan, sekitar Rp 1 juta,” ungkap Plt Kepala UPT Damkar Kuningan Khadafi Mufti yang memimpin langsung proses pemadaman.

Dari hasil penyelidikan, Khadafi menduga kebakaran tersebut disebabkan karena akitivitas pembakaran sampah sembarangan di sekitar rumah H Sanari. Diduga ada bunga api yang terbang terbawa angin kemudian hinggap di bangunan semi permanen di lantai dua rumah H Sanari dan akhirnya terbakar.

“Kami ingatkan lagi agar jangan melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan apalagi sampai meninggalkannya begitu saja, mengingat Saat ini sedang musim kemarau yang kering dan angin bertiup cukup kencang. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bersama, semoga ke depan tidak terjadi lagi,” ujar Khadafi sekaligus mengimbau kepada seluruh aparat pemerintahan desa untuk menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk berjaga-jaga. (fik)

Berita Terkait