Gagal Rampas Motor, Begal Bercelurit Sikat HP di Desa Junjang

Pelaku Lukai Korbannya

Ilustrasi

CIREBON-Wilayah Arjawinangun masih belum aman. Setelah bulan sebelumnya ramai aksi penjambretan dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor), kini mulai muncul begal. Tepatnya di Blok Wasiat, Desa Jungjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Korbannya bernama Andri (17). Remaja asal Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon itu terpaksa harus kehilangan handphone (HP) merek Asus dan mengalami luka bacok di pelipis sekitar mata kirinya.

Kepada Radar Cirebon, Didi Sutardi paman korban menceritakan kejadian tersebut. Berawal saat Andri pulang kerja. Dia bersama temannya boncengan melintas di jalan Blok Wasiat dengan temannya. Tiba-tiba datang dua pelaku menggunakan motor.

“Kejadian sekitar pukul 22.30 WIB, pada hari Rabu (13/11). Saat itu lokasi lagi sepi. Andri dipepet oleh pelaku disuruh berhenti. Andri lantas berhenti. Awalnya dimintai uang, dengan menodongkan senjata tajam berjenis celurit. Andri gak ngasih, jadi pelipis mata dihajar pakai celurit dan terluka,” katanya.

Meski berlumuran darah, dengan cepat, Andri melempar kunci kontak motornya ke sawah. Melihat itu pelaku meminta menyerahkan handphone. Setelah merampas handphone pelaku langsung melarikan diri. “Sempat minta motor dan uang. Tapi, Andri keburu membuang kunci kontak. Cuman handphone saja yang diambil oleh pelaku,” tutur Didi.

Setelah pelaku pergi, Andri dan temannya turun ke sawah mencari kunci kontak motor yang dilemparkannya. Usai ketemu, korban kemudian mengantar temannya pulang dan memberitahukan kejadian yang dialaminya kepada keluarga.

“Andri awalnya gak mau cerita ke keluarga. Cerita pas Kamis sore (14/11) pas saya pualang kerja. Dia cerita semua. Saya langsung berinisiatif laporan ke Polsek Arjawinangun. Sore itu juga, saya dan Andri ke Polsek Arjawinangun konsultasi terkait kejadian ini. Kemudian Jumat pagi (15/11) baru laporan resmi ke Polsek Arjawinangun,” ujarnya.

Menurut Didi, kondisi luka bacok yang dialami Andri sudah membaik dan bisa mulai beraktivitas lagi. “Atas kejadian ini, ponakan saya mengalami kerugian Rp1.700.000,” terangnya.

Kapolsek Arjawinangun Kompol Sukhemi saat dikonfirmasi Radar Cirebon tidak bisa memberikan komentar detil terkait kasus begal tersebut. “Saya sekarang masih di polres,” katanya melalui pesan whatssap. (cep)

Berita Terkait