Fokus Pembangunan Desa, 2.670 CEO BUMDes Se-Jawa Barat Dikukuhkan

DESA JUARA: Kepala DPMD Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi saat berbicara dengan awak media terkait program Desa Juara. FOTO: MOHAMAD JUNAEDI/radar cirebon
DESA JUARA: Kepala DPMD Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi saat berbicara dengan awak media terkait program Desa Juara.FOTO: MOHAMAD JUNAEDI/radar cirebon

BANDUNG – Masih banyaknya desa tertinggal menjadi salah satu fokus pembangunan yang akan dikejar Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) pun melakukan sejumlah inovasi dan kolaborasi untuk mewujudkan kemajuan di desa.

Menurut Kepala DPMD Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi, ada delapan pokok permasalahan di desa. Di antaranya kemiskinan, desa sangat tertinggal dan indeks desa membangun yang masih rendah.

Oleh sebab itu, untuk mengurai persoalan tersebut, DPMD punya tiga pilar pembangunan. Pertama adalah digitalisasi layanan desa.

“Seperti desa digital, wifi gratis, e-samsat dan patriot desa,” tutur Dedi usai menjadi narasumber dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Aula Lokantara, Gedung Sate.

Kemudian, pilar pembangunan yang kedua adalah One Village One Company, yakni mewujudkan 1 desa 1 BUMDes. “Setelah sudah dibentuk BUMDes di tiap-tiap desa, nanti ke depan kita buat BUMDEs holding,” imbuhnya.

Pilar ketiga adalah gerakan membangun desa. Seperti program sapa warga, posyandu juara, 1 RW 1 HP, menjadikan masjid sebagai pusat peradaban. “Ada juga program Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara) yang waktu dekat kita juga akan diluncurkan,” bebernya.

Selain Maskara, secara bersamaan dikukuhkan sebanyak 2.670 CEO BUMDes se-Jawa Barat oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Rabu (15/5) di Sabuga Bandung. “CEO BUMdes dibutuhkan untuk mengubah dan memenej BUMDes, sehingga ada beberapa orang dari tiap desa yang akan menjadi center axelence,” terangnya.

Dedi menambahkan, CEO BUMDes juga dituntut untuk menggali potensi desa. Karena akar permasalahan yang ada di desa bukanlah kemiskinan. Tapi, potensi desa yang dijauhkan dari masyarakat, sehingga berdampak pada kemiskinan warganya.

“Program ini sangat didukung oleh Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal. Makanya, ini menjadi pilot project nasional,” imbuhnya.

Dirinya berharap, dengan berbagai program yang sudah berjalan dan yang akan dijalankan, ada progres yang positif, sehingga secara berangsur-angsur desa di Jawa Barat menjadi maju dan masyarakatnya sejahtera. “Mudah-mudahan, Jabar Juara Lahir Batin dengan Desa Juara dapat terwujud,” pungkasnya. (jun)

Berita Terkait