Firasat Tidak Enak saat Mandi, Eh Motor Dicuri Orang

Pencurian-Kendaraan-Bermotor
M Sofan Zaenal Arifin (16) aasal Blok Tengah, Desa Gempol, Kabupaten Cirebon, menunjukkan lokasi motornya yang hilang dicuri, Rabu (27/11) sore lalu. Foto: Cecep Nacepi/Radar Cirebon

CIREBON – Mohamad Sofan Zaenal Arifin (16) mengaku merasakan hal tak biasa di kamar mandi. Sampo yang dituangkan ke kepala, kerap kali mengenai matanya. Dia pun merasa seperti ada yang tak beres. Sepeda motor yang diparkir di depan rumah mulai menggelayut di pikirannya. Jangan-jangan ada yang berniat jahat. Eh, usai mandi, motor itu raib.

Kepada Radar, Zaenal mengatakan ia tak tenang saat di kamar mandi. “Kayak ada firasat gak enak pas mandi, mata kena sampo terus. Pas abis mandi, pas keluar, eh sepeda motor saya hilang,” cerita Zaenal kepada Radar Cirebon.

Ya, korban asal Blok Tengah, Desa Gempol, Kabupaten Cirebon, itu kehilangan motor Honda Vario nopol E 2319 JU. Kejadiannya pada Rabu sore lalu (27/11) sekitar pukul 18.10 WIB.

Korban menceritakan, kejadian berawal motor tersebut diparkirkan di depan rumah. Meskipun letak rumahnya di pinggir jalan raya Cirebon-Bandung, korban menganggap aman karena ada pagar besi.

“Awalnya saya duduk di depan, motor masih ada. Saya disuruh mandi sama nenek. Nah saya mandi itu firasat gak enak, mata kena sampo terus. Sedangkan di ruang depan, hanya ada nenek saja sedang nonton TV,” ujar Zaenal saat ditemui di rumahnya.

Awal mengetahui motornya lenyap, Zaenal mengira ulah saudaranya yang iseng. Namun, selang beberapa menit kemudian, korban keluar dan menanyakan ke beberapa pedagang yang berjualan di depan rumah.

Semua pedagang hanya memberikan satu jawaban; tidak tahu. Korban semakin khawatir, sehingga langsung laporan ke orang tua dan kerabatnya.

“Saat itu kerabat pada datang membantu cari. Kita juga mencari ke arah barat sampai Desa Kedungbunder arah timur sampai ke Pasar Minggu. Tapi tidak ketemu. Motor itu beli cash, buat sekolah saya ke Ciwaringin. Karena hilang, jadi saya ke sekolah pakai kendaraan gantian sama orang tua,” ujarnya.

Disinggung soal laporan ke pihak kepolisian, Zaenal mengaku sudah melaporkan dengan orang tuanya. Namun, pelaporan dari hari Rabu (27/11) hingga sekarang polisi belum melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

“Kalau ada yang nemu atau lihat, mohon hubungi saya. Motor Vario saya itu cirinya ada tempat handphone di dekat setir, di depan pelat motornya ada bekas lakban warna kuning, dan ada bekas baretan di pelindung kenalpotnya,” harap Zaenal. (cep)

Berita Terkait