Festival Tajug, Merawat Wasiat Sunan Gunung Jati

Persiapan di lokasi Festival Tajug 2019 di Alun-alun Kasepuhan, Kamis (21/11).FOTO:KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON

CIREBON-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menggelar Festival Tajug. Seperti tahun lalu, kegiatan terinspirasi dari wasiat Sunan Gunung Jati yakni ‘Ingsun titip tajug lan fakir miskin’ akan digelar mulai hari, Jumat (21/11).

Recananya, Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin juga turut hadir dalam kegiatan yang masih satu rangkaian dengan peringatan Hari Santri Nasional dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menggandeng Keraton Kasepuhan, kegiatan ini akan digelar selama tiga hari, 22-24 November 2019 dan berlangsung di Alun-alun Kasepuhan Cirebon. Festival Tajug 2019, kegiatan seperti Forum Masjid, Dakwah Budaya dan Expo Ekonomi Kreatif. Adapula kegiatan lain seperti lomba hadroh dan baca tulis Alquran.

Ketua Pantia Festival Tajug 2019, KH Musthopa Aqil Siradj mengatakan, kegiatan bertujuan untuk mengingatkan generasi sekarang terhadap jasa dan perjuangan para Wali Songo sebagai penyebar agama Islam di Indoensia. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak bangsa.

“Dengan ini, PBNU menggandeng Keraton Kasepuhan sebagai pusat kegiatan budaya, berupaya menyadarkan kita semua tentang wasiat sunan gunung Jati yang berbunyi Ingsun Ttitp Tajug lan Fakir Miskin,” katanya kepada Radar Cirebon.

Musthofa menjelaskan, wasiat Sunan Gunung Jati tentang tajug mengandung makna tentang pentingnya pembinaan akidah, terutama pembinaan akidah di tajug atau nama lainnya, seperti musala, surau, dan masjid. Sementara fakir miskin dapat dimaknai tentang pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemberdayaan ekonomi masyarakat itu sendiri dapat dimaknai dari masjid atau mushala.

Selain itu, bisa juga dimaknai Tajug itu sebagai Islam dan Fakir Miskin itu adalah umat. Maka harus ada nasionalis dan religius . “Dengan tema ini semoga tergugah, bahwa Islam kita adalah Islam Nusantara yang santun, tidak radikal dan tidak mudah mengkafirkan orang lain dan tidak merasa benar sendiri dan saling menghormati,” tutur Musthofa.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Dearah Kota Cirebon H Anwar Sanusi SPd MSi menyambut baik digelarnya Festival Tajug 2019 di Kota Cirebon. Dengan adanya Festival Tajug ini, semakin menguatkan Cirebon sebagai kota wali. Ia berharap, kegiatan ini semakin mengangkat nama kota Cirebon di kancah nasional. “Yang terpenting adalah syiar. Rencanaya ada 20 kesultanan dari seluruh indonesia yang akan hadir. Ini kesempatan yang bagus untuk mengenalkan Cirebon lebih jauh,” katanya. (awr)

Berita Terkait