Festival Nadran dan Sedekah Bumi Gunungjati Resmi Masuk Kalender Event Nasional

FESTIVAL-NADRAN-GUNUNGJATI
MAGNET WISATA: Ribuan orang tumpah ruah ke jalan mulai dari Gunungjati hingga bunderan Krucuk, Sabtu (14/9). Festival Budaya Cirebon Nadran dan Sedekah Bumi Gunungjati tahun 2019, dimeriahkan 135 kelompok peserta karnaval. Foto: Okri Riyana/Radar Cirebon

CIREBON – Festival Budaya Cirebon Nadran dan Sedekah Bumi Gunungjati resmi masuk kalender event nasional Kementerian Pariwisata RI. Hal tersebut terungkap saat pelaksanaan Festival Budaya Cirebon Nadran dan Sedekah Bumi Gunungjati tahun 2019, Sabtu (14/9).

Plt Bupati cirebon Imron Rosyadi kepada Radar Cirebon mengatakan, festival budaya Cirebon nadran dan sedekah bumi perlu terus dilestarikan. “Nadran ini kan suatu kegiatan budaya dan kearifan lokal, makanya kami ingin lestarikan agar nelayan-nelayan ekonominya naik,”ujarnya.

Imron mengungkapkan, pelaksanaan nadran selain sebagai tradisi juga sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. “Kalau nadran itu pertama, kita bersyukur kepada Allah SWT. Agar kita bersyukur Allah berikan rezeki kepada para nelayan makanya kita harus bersyukur terhadap Allah,” tuturnya.

Imron mengungkapkan, pelaksanaan nadran dan sedekah bumi ini tentunya harus bisa lebih ditata lagi. Sehingga bisa mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah ataupun luar negeri. “Ini harus dipoles. Kami ingin agar nadran ini menjadi kegiatan tahunan yang akan bisa menarik wisatawan baik domestik ataupun mancanegara,” ungkapnya.

Sementara itu Asisten Deputi Kementerian Pariwisata RI, Wawan Gunawan mengatakan, festival budaya Cirebon ini sangat layak masuk kalender event nasional Kemenpar RI. “Setahun yang lalu saya di sini. Waktu itu saya menyampaikan bahwa yang namanya festival budaya Cirebon di dalamnya beragam aneka event. Tahun 2019 event ini layak masuk kalender event nasional,” ujarnya.

Sehingga dengan masuknya festival budaya Cirebon Nadran dan Sedekah Bumi Gunungjati ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Cirebon. “Ini adalah kebanggaan kita semua, kebanggaan pemerintah daerah,” tuturnya.

Menurut Wawan, saat ini sangat dibutuhkan komitmen Pemkab Cirebon untuk terus mendukung penuh semua kegiatan kebudayaan. “Yang paling penting adalah komitmen pemerintah daerah. Yang  mendukung dan menjadikan berbagai kegiatan di Kabupaten Cirebon ini adalah suatu atraksi pariwisata. Jadi, jadikanlah semua kegiatan, aktivitas yang ada di Kabupaten Cirebon menjadi atraksi pariwisata dan budaya,” ungkapnya.

Wawan sangat kagum dengan Cirebon yang memiliki berbagai macam budaya. “Cirebon begitu sangat luar biasa budayanya,”imbuhnya.

Pantauan Radar Cirebon, ribuan orang tumpah ruah ke jalan mulai dari Gunungjati hingga bunderan Krucuk, Sabtu siang (14/9). Mereka ingin menyaksikan festival budaya Cirebon nadran dan sedekah bumi Gunungjati. Sehingga jalan pantura dari Gunungjati hingga bundaran Krucuk pun tidak diperbolehkan kendaraan melintas.

Tidak hanya ramai penonton, para peserta karnaval juga sangat banyak. Berdasarkan data dari panitia tidak kurang ada sekitar 135 kelompok peserta yang ambil bagian dalam karnaval. Kelompok peserta tidak hanya berasal dari Gunungjati dan sekitarnya, namun juga dari berbagai daerah di Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon. (den)

Berita Terkait