Dua Terduga Teroris dari Majalengka Berprofesi Driver Online dan Pengusaha Ayam Potong

Polisi melakukan pengamanan ekstra saat penangkapan sekaligus penggeledahan rumah terduga teroris di Kabupaten Majalengka.FOTO:ANWAR BAEHAQI/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA-Penyergapan terduga teroris di Desa Rajagaluh Kidul, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, berlangsung sangat cepat. Warga mengira penangkapan pelaku narkotika. Belakangan, warga heboh setelah tahu yang diringkus polisi itu diduga terkait dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Hal itu dibenarkan Dani Agus Riyanto, Sekertaris Desa Rajagaluh Kidul. Kepada awak media, ia mengatakan bahwa warga yang diamankan dua orang. Berinisial A (30) dan J (30). Untuk A, kata Dani, profesinya sebagai driver online yang beroperasi di wilayah Kabupaten Cirebon.

Sedangkan J diketahui berprofesi sebagai pengusaha ayam potong keliling. “Keduanya adalah warga saya. Yang satu (A, red) berprofesi sebagai driver mobil online dan satunya lagi (J, red) adalah pengusaha ayam potong keliling,” ungkapnya, Selasa (19/11).

Dani juga menceritakan bahwa awalnya alasan keduanya diamankan karena ada keterlibatan soal narkoba. Namun saat dirinya mencoba mengonfirmasi ulang ke pihak kepolisian, terkuak bahwa kedua warganya itu ringkus karena diduga keduanya punya keterlibatan dengan jaringan terorisme.

“Mereka sudah berkeluarga. Mereka diamankan di dua tempat yang berbeda. Untuk inisial A diamankan di sekitar Dusun Cakraningrat pada pagi hari sekitar pukul 06.30. Sedangkan J diamankan sekitar pukul 11.00 di Dusun Aryatiban,” jelas Dani.

Dirinya juga menyaksikan proses penggeledahan yang dilakukan Densus 88 dan tim Polres Majalengka pada Selasa sore (19/11) skitar pukul 17.45. Proses itu, kata Dani, berlangsung dengan penjagaan ketat. Polisi bahkan memasang police line di rumah A. “Ada beberapa barang diamankan. Untuk jenisnya atau barang apa saja, saya tak tahu persis, karena saya sendiri hanya berjaga di luar saat petugas melakukan penggeledahan rumah,” tandas Dani.

Ia mengatakan penangkapan itu membuat pemdes dan warga kaget. Karena sejauh ini tidak ada yang aneh pada kepribadian kedua warganya itu. Bahkan, baik A maupun J dikenal berinteraksi biasa, seperti halnya warga-warga lainnya.

Sementara itu Samsudin salah seorang warga yang sempat menyaksikan penangkapan A, mengatakan kejadian berlangsung singkat. “Awalnya A tengah berjalan usai beraktivitas dari kali. Saat melintasi gang, tiba-tiba ada kendaraan yang datang. Saat itu A langsung dijatuhkan oleh sekelompok orang yang turun dari dalam mobil. A sempat berteriak, kepalanya langsung ditutup. A langsung dimasukkan ke mobil. Kejadiannya sangat cepat. A langsung dibawa. Saya sendiri tak diperbolehkan untuk mendekat,” jelasnya.

Terpisah, orang tua A, Edi, mengkau mengetahui anaknya diamankan dari warga sekitar. “Kalau masalah kejadian itu (penangkapan, red) saya tidak tahu. Saya tahu A itu ditangkap dari masyarakat,” aku Edi saat ditemui di rumahnya.

Edi membenarkan sehari-hari A berpropesi sebagai pengemudi mobil online. Kendati tinggal di Kabupaten Majalengka, tapi A biasa menjalankan pekerjaannya di wilayah Cirebon. “Kerjaannya sopir mobil online, sudah hampir setahun jalan ini. Operasinya di Cirebon,” jelas Edi.

A sendiri adalah anak kedua dari dua bersaudara. Bagi Edi, tak ada yang aneh dengan aktivitas anaknya. ”Saya cuma melihat fakta bahwa anak saya tuh ya normal-normal saja,” pungkasnya. (bae)

Berita Terkait