Dua Kelompok Pemuda Ribut di Jalan Cipto Malam Minggu, Ini Pemicunya

Dua-Kelompok-Pemuda-Ribut-di-Cipto
POLISI TURUN: Polisi mengamankan dua kelompok pemuda yang terlibat keributan di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon, Sabtu (16/11) malam. Foto: Istimewa

CIREBON – Aparat kepolisian Polres Cirebon Kota berhasil melerai dua kelompok pemuda yang terlibat keributan di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon, Sabtu (16/11) malam. Mereka nyaris baku hantam saat bertemu di depan SPBU TNI AL sekitar pukul 20.30 WIB.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy melalui Kasubbag Humas Ipda Ngatidja mengungkapkan, insiden keributan terjadi ketika sekelompok pemuda yang mengenakan kaus dan jaket bertuliskan “Konack” konvoi melintas di lokasi kejadian. Dengan mengendarai beberapa sepeda motor, mereka yang datang dari arah lampu merah Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, awalnya hendak menuju arah Grage Mall.

“Di saat yang bersamaan, di situ ada beberapa orang entah dari kelompok mana sedang kopi darat (kopdar),” ucap Ngatidja.

Tanpa disangka, kelompok pemuda yang mengenakan atribut Konack tersebut tiba-tiba diserang oleh kelompok lain yang tengah kopdar di pinggir jalan. Keributan sempat terjadi ketika salah satu dari kelompok Konack terjatuh dari sepeda motor.

“Jadi itu tiba-tiba langsung menyerang ketika kelompok motor dengan kaos/atribut konack Ini melintas dan menarik salah satu kendaraan yang melintas hingga terjatuh,” jelasnya.

Saat kejadian salah seorang anggota polisi yang merupakan KBO Satreskrim Polres Ciko Iptu Omang Suparman tengah melintas di lokasi kejadian. Melihat keributan tersebut, Omang berhenti dan berusaha melerai.

“KBO Serse Iptu Omang Suparman segera menolong korban yang jatuh dan melerai,” kata Ngatidja.

Tak lama, sejumlah anggota polisi datang dan mengamankan para korban yang diserang. Mereka dibawa ke Mapolres Ciko untuk dimintai keterangan.

Sedangkan kelompok pemuda yang menyerang korban berhasil melarikan diri. “Jadi itu bukan tawuran dan hanya ribut-ribut. Belum sempat ada pemukulan juga,” teragnya.

Setelah dimintai keterangan, mereka pun diizinkan pulang dengan dijemput oleh orang tua masing-masing. Hinga kini, belum diketahui identitas dan berasal dari mana kelompok yang menyerang korban.

Dugaan sementara, mereka melakukan aksi penyerangan tersebut karena korban menggunakan atribut Konack. Meski begitu, Ngatidja menegaskan jika tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau menjadi korban sehingga pihaknya tidak meneruskan masalah itu ke ranah hukum.

“Jadi tidak ada tersangka atau korban karena memang tidak ada kerugian,” kata Ngatidja. (day)

Berita Terkait