Dua Bus AKAP Dipulangkan, Dishub-Polres Razia Kelaikan Bus Angkutan Mudik

Dua armada bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dinyatakan tidak laik jalan dan diperintahkan pulang ke garasi dalam giat pemeriksaan kelaikan armada angkutan mudik Lebaran oleh anggota Dishub dan Polres Kuningan di Terminal Tipe A Kertawangunan. FOTO:M TAUFIK/RADAR KUNINGAN
Dua armada bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dinyatakan tidak laik jalan dan diperintahkan pulang ke garasi dalam giat pemeriksaan kelaikan armada angkutan mudik Lebaran oleh anggota Dishub dan Polres Kuningan di Terminal Tipe A Kertawangunan.FOTO:M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Sebanyak dua armada bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dinyatakan tidak laik jalan dan diperintahkan pulang ke garasi dalam giat pemeriksaan kelaikan armada angkutan mudik Lebaran oleh anggota Dishub dan Polres Kuningan di Terminal Tipe A Kertawangunan, belum lama ini.

Kedua bus tersebut dinyatakan tidak laik jalan berdasarkan pemeriksaan petugas yang menemukan permasalahan pada kondisi dan kelengkapan kendaraan seperti ban gundul, lampu mati. Atas temuan tersebut, petugas pun meminta kepada pengemudi bus untuk pulang ke garasi dan melakukan perbaikan.

“Total ada 22 bus yang kami periksa, ternyata ada dua yang dinyatakan tidak laik jalan sehingga terpaksa kami perintahkan sopirnya untuk pulang kandang. Permasalahan dua bus tersebut adalah pada kondisi bannya yang sudah gundul, sehingga kami sarankan kepada pemiliknya untuk mengganti apabila ingin bisa beroperasi untuk angkutan Lebaran,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Deni Hamdani kepada Radar Kuningan.

Dijelaskan Deni, kegiatan razia tersebut digelar dengan melibatkan unsur kepolisian dalam rangka cipta kondisi menghadapi musim mudik Lebaran. Pemeriksaan tersebut untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat yang ingin merayakan Lebaran di kampung halamannya.

“Kegiatan pemeriksaan kelaikan armada bus ini sebenarnya merupakan hal yang rutin dilakukan, namun khusus menjelang Lebaran ini pemeriksaannya lebih intensif. Ini untuk memastikan bahwa armada angkutan Lebaran dalam keadaan aman untuk mengurangi risiko kecelakaan yang dapat mengancam jiwa para pemudik,” ungkap Deni.

Terkait keberadaan armada angkutan Lebaran tahun ini, Deni mengatakan, sekitar 200 armada bus dari berbagai perusahaan otobus (PO) telah disiapkan untuk mengangkut para pemudik dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Bekasi hingga Sumatera. Untuk itu, kegiatan pemeriksaan kelaikan kendaraan angkutan Lebaran pun akan terus dilakukan hingga H-2 Lebaran nanti.

“Kegiatan pemeriksaan ini akan terus kami lakukan untuk memastikan armada angkuta Lebaran semuanya aman. Jika sekarang pemeriksaan baru melibatkan kepolisian, tidak menutup kemungkinan ke depannya kami juga akan libatkan BNN untuk memastikan para sopir juga dalam kondisi fit tanpa pengaruh narkoba,” ujar Deni. (fik)

Berita Terkait