Driver Ojol Tertipu, Saldo Rekening Nyaris Dikuras

ojol
ILUSTRASI-OJEK ONLINE

CIREBON-Nasib sial dialami Samidi, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang beroperasi di wilayah Kota Cirebon. Warga Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu itu baru saja menjadi korban penipuan mengatasnamakan pegawai aplikator.

Beruntung, korban belum sempat mengirimkan sejumlah yang diminta untuk dikirim ke nomor rekening pelaku. Samidi menceritakan, peristiwa penipuan yang ia alami berawal ketika dirinya sedang melintas di depan Stasiun Parujakan Kota Cirebon, pada Rabu (13/11) sekitar pukul 17.30 WIB.

Saat itu, Samidi mendapatkan order fiktif dari seseorang dan diminta mengantar ke salah satu tempat di kawasan Kesambi. “Waktu saya menolak karena pelaku hanya order tapi dia tidak di situ, semacam order fiktif lah. Jadi kita disuruh pura-pura mengantar, tapi orangnya tidak ada,” ucap Samidi, kepada Radar Cirebon.

Korban pun akhirnya menelepon pelaku dan meminta untuk membatalkan orderan tersebut. Namun pelaku tidak mau membatalkan dan justru berbalik mengancam. Pelaku mengancam akan melaporkan korban kepada aplikator karena telah membatalkan sepihak. “Tapi anehnya, pas saya mau membatalkan itu tidak bisa. Memang ada tombol cancel tapi pilihan untuk alasan cancelnya tidak ada,” kata Samidi.

Dalam kebingungan tersebut, Samidi akhirnya diminta menyerahkan identitas diri berupa nomor KTP, rekening hingga ID aplikasi ojol. Itu semua menjadi syarat dari pelaku untuk menyelesaikan masalah tersebut. Samidi, saat itu belum sadar jika itu merupakan awal dari aksi tipu-tipu pelaku. “Akhirnya saya kasihkan semuanya nomor KTP, rekening, id ojol ke pelaku,” kata Samidi.

Tak lama, ia pun menerima pesan singkat berupa kode dari aplikator. Rupanya, cara itu dilakukan untuk mengambil alih atau meng-hack akun korban. Karena tak mau berurusan lebih lama, ia pun mau menuruti semua keinginan pelaku. “Kemudian pelaku bilang nanti ada kode masuk untuk mengirimkan bonus Rp300 ribu. Nanti uangnya pindahkan ke rekening,” tuturnya.

Di situlah korban baru curiga jika apa yang dialaminya merupakan modus penipuan. Pelaku sempat mengirimkan kode transfer bank BCA dan nominal Rp50 ribu yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. “Pas sudah di ATM saya merasa ragu, kok eman kalau uang saya kirimkan. Langsung saya matikan teleponnya saya bilang besok aja,” ujar Samidi.

Setelah kejadian tersebut, ia pun kembali memeriksa aplikasi ojol di telepon seluler miliknya. Ia terkejut lantaran saldo uang yang ada di aplikasi hilang bahkan menjadi minus. “Ternyata aplikasi saya sudah di-hack dan pelaku sudah menggunakan aplikasi saya untuk mengambil keuntungan. Dia menerima order dan diambil uangnya tapi tidak menyelesaikan orderannya,” ucap Samidi.

Setelah kejadian tersebut, ia pun melaporkan kepada pihak aplikator. Ia sendiri harus menganggur selama sepekan setelah aplikasi ojol miliknya di-suspend atau dihentikan sementara. “Ya untungnya nggak sempat transfer. Pokoknya harus lebih hati-hati. Dan sebelumnya memang sudah diingatkan sama kantor (aplikator, red) kalau ada apa-apa jangan ditanggapi, karena kalau ada masalah pasti diselesaikan di kantor, bukan di jalan,” kata Samidi. (day)

Berita Terkait