DPRD Minta Pemkot Cirebon Percepat Program Alih Profesi Penggali Tambang Argasunya

Aktivitas pengerukan tanah di areal galian c. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Aktivitas pengerukan tanah di areal galian c.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Tewasnya seorang warga akibat tertimbun reruntuhan tebing di galian c Kelurahan Argasunya, menjadi keprihatinan bagi banyak pihak. Tak terkecuali Anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Harjamukti M Handarujati Kalamullah.

Pria yang akrab disapa Andru ini kembali menegaskan, pemkot tidak bisa menutup mata terkait dengan permasalahan galian c. Harus secepatnya disiapkan program alih profesi secara matang. Agar kejadian yang memakan korban ini dan kejadian lain yang merugikan masyarakat tidak terulang lagi.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cirebon M Handarujati Kalamullah. FOTO:DOK.RADARCIREBON.COM
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cirebon M Handarujati Kalamullah. FOTO:DOK.RADARCIREBON.COM

Prinsipnya, sebagai anggota dewan dari Dapil Harjamukti, setiap upaya pemkot untuk melakukan langkah-langkah perbaikan, penataan dan alih profesi akan didukungnya. “Kejadian ini agar menjadi pembelajaran, pemkot harus menanganinya secara serius,” ujar Andru yang juga menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Kota Cirebon ini.

Andru menyentil pemkot yang bagus dalam membuat konsep penataan secara mendetil, tapi tidak bagus dalam pelaksanaannya. Eksekusi konsep ini tidak akan berjalan, hanya dengan mengandalkan satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saja.

“Ke mana SKPD terkait konsep alih profesi? Siapa yang mengurus pengembangan wisata? Yang mengurus perbaikan infrastruktur. Peningkatan dan pemerataan pendidikan. Ke mana semua itu SKPD-nya?” tanya dia.

Terkait alih profesi, Andru yakin sebagai pemimpin wilayah, walikota mampu memerintahkan bawahannya untuk melaksanakan konsep ini. Apalagi setelah mutasi, banyak penyegaran di SKPD yang diharapkan bisa langsung bekerja menterjemahkan apa yang ada di konsep penataan.

Apalagi legislatif sudah mengeluarkan sikap dan rekomendasi untuk Argasunya. Yang isinya, menolak segala aktivitas galian c termasuk dengan dalih revitalitasasi. “Bola ada di tangan pemkot. Kita menunggu aksi pemerintah untuk menindaklanjuti ini,” tandasnya. (gus)

Berita Terkait