DLH Tutup TPS Liar di Krucuk

Petugas DLH memasang spanduk penutupan TPS ilegal di Jl Slamet Riyadi, Kamis Malam (21/11).FOTO:KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON

CIREBON-Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon menutup tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang berada di Jalan Slamet Riyadi (Krucuk). TPS liar yang berada di depan Gedung Negara Krucuk dan tak jauh dari gerbang kota tersebut dianggap sudah cukup mengganggu dan meresahkan, karena merusak keindahan kota.

Keberadaan tumpukan sampah di lahan kosong tersebut, juga berada tepat di sisi jalan yang cukup menganggu arus lalu lintas. Penutupan TPS liar itu ditandai dengan pemasangan pagar sepanjang kurang lebih 15 meter dan tinggi lebih dari 2 meter, di lahan kosong yang kerap digunakan untuk membuang sampah.

Selain itu, petugas DLH juga memasang spanduk yang berisi larangan membuang sampah serta ancaman pidana paling lama 3 bulan serta denda paling banyak Rp50 juta sesuai dengan pasal 42 ayat 2 Perda 4/2018 tentang Pengelolaan Persampahan.

Kepala DLH Kota Cirebon Drs Abdullah Syukur MSi mengatakan, penutupan ini dilakukan mengingat TPS liar tersebut sudah sangat mengganggu. Setelah menutup TPS liar di kesenden, pihaknya berencana akan menutup TPS liar di tempat lainya. “Yang utama di sekitar gerbang kota dulu, seperti disini. Baru kemudian di tempat lain seperti di jalan terusan pemuda dan sebagainya,” katanya.

Di TPS liar tersebut sebelumnya pernah ditutup dengan pagar kayu. Namun entah kapan persisinya, pagar sebelumnya sudah tidak terlihat lagi. Masyarakat kembali membuang sampahnya ke tempat itu. Munculnya TPS liar tentu saja mengundang keprihatinan. Di tengah peran pemerintah yang sedang gencar melakukan perbaikan atas sistem persampahan, justru kesadaran masyarakat terkait masalah sampah masih sangat rendah. Terbukti, masyarakat sekitar seolah acuh saat ada orang orang yang tidak bertanggung jawab membuang sampah ke lingkungan sekitarnya.

Padahal, sebelumnya pihaknya juga telah memasang 35 papan imbauan dan larangan membuang sampah sembarangan di sejumlah titik. Sosialisasi juga telah dilakukan ke sejumlah kelurahan untuk mengatasi permasalahan sampah tersebut. “Kita berharap, ada peran masyarakat dalam menangkal “serbuan” sampah yang masuk ke lingkungan mereka. Daya tangkalnya harus diperkuat,” katanya. (awr)

Berita Terkait