DLH Kerahkan Pasukan Bersih-bersih Kasepuhan

Keraton Antisipasi Gundukan Sampah Terulang

Personel dan alat berat diterjunkan DLH membersihkan sampah di Alun-alun Kasepuhan.FOTO:ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon turun tangan membersihkan sampah di sekitar Alun-alun Kasepuhan, Rabu (13/11). Pihak keraton dan DLH juga akan membahas manajemen pengelolaan sampah agar peristiwa sampah berserakan tidak kembali terulang di tahun mendatang.

Truk pengangkut sampah dan alat berat dikerahkan dalam kegiatannya. Puluhan personel DLH dengan peralatannya masing-masing, sibuk membersihkan dan mengumpulkan sampah di sekitar alun-alun. Kepada DLH Kota Cirebon Drs H RM Abdullah Syukur MSi menargetkan, bersih-bersih akan rampung selama dua hari atau terakhir pada hari ini.

“Kenapa baru sekarang dilakukan? Karena sebelumnya truk besar tidak bisa masuk untuk mengangkut sampah. Kita menunggu lapak pedagang selesai dibongkar. Insya Allah besok (hari ini, red) alun-alun sudah bersih kembali,” katanya.

Syukur merasa perlu ada pengelolaan dan manajemen sampah agar kejadian serupa tidak terulang di tahun-tahun berikutnya. Dimana setiap sudut alun-alun, termasuk pintu masuk menuju Masjid Agung Sang Cipta Rasa, tertutup oleh gundukan sampah bekas aktivitas manusia.

“Kita sudah bicara dengan pihak keraton untuk mencarikan solusi agar sampah aktivitas selama muludan tidak menumpuk dan bisa di angkut. Kami sudah bicara dan akan ada pembicaraan lebih lanjut terkait teknisnya seperti apa,” ujarnya.

Syukur sedikit menggambarkan manajemen pengelolaan sampah yang dimaksud. Dimana setiap harinya akan ada petugas DLH yang bertugas mengambil sampah di masing-masing lapak pedagang, lalu kemudian menempatkan sampah tersebut di satu titik yang terjangkau dan bisa di akses oleh truk besar pengangkut sampah.

Berdasarkan pantauan, siang kemarin, kondisi sampah sudah terlihat tidak separah satu atau dua hari sebelumnya. Lapak-lapak pedagang sebagian besar juga sudah mulai dibongkar dan diangkut menggunakan truk besar.

Begitu juga di dalam alun-alun. Sampah masih berusaha dikumpulkan oleh petugas kebersihan sebelum diangkut menggunakan eskavator dan truk menuju tempat pembuangan. Saat itu, Abdullah Syukur nampak hadir di lokasi bersama Direktur Pengelola Keraton Kasepuhan RR Alexandra Wuryaningrat.

Alexandra mengakui, setiap tahun pasca muludan, sampah banyak berserakan di sekitar alun-alun kasepuhan. Oleh karena itu, ia menyambut baik DLH yang akan melakukan kerjasama guna mengantisipasi kejadian serupa terulang.

“Memang biasanya kita membutuhkan waktu 1 minggu setelah puncak maulid, untuk membersihkan sampah. Disamping menunggu lapak dagangan steril, karena memang pedagang ini kan sangat banyak jumlahnya,” ungkapnya. (ade)

Berita Terkait