Diusik Matahari, Ditolong Hujan Komunitas CCC Gulung Pantura Sejauh 184KM

SUSURI PANTURA: Komunitas Cirebon Cycling Club (CCC) jelajah akhir tahun dengan menyusuri pantura mulai dari Cirebon hingga Purwakarta, Minggu (1/12).

Komunitas Cirebon Cycling Club (CCC) melakukan jelajah akhir tahun dengan menyusuri jalan pantura sejauh 184 kilometer, Minggu (1/12). Start dari halaman Radar Cirebon di Jl Perjuangan, Kota Cirebon, finish di Waduk Jatiluhur Kabupaten Purwakarta.

ADE GUSTIANA, Cirebon

HUJAN yang mengguyur menjelang finish menjadi asupan semangat bagi puluhan goweser. Perjalanan melelahkan itu dilalui penuh tantangan. Peralihan musim, masih didominasi terik matahari. Namun begitu, semua berjalan mulus hingga akhir.

Jalur pantura digulung dan disusuri tanpa ada kendala yang berarti. Segala persiapan telah dilakukan dengan matang. Termasuk melakukan survei jalur yang akan dilalui. Sedikitnya 2 mobil bak terbuka disiagakan. Selain untuk melakukan back up bagi mereka yang kelelahan, mobil itu juga digunakan untuk mengangkut sepeda 30 goweser ketika kembali ke Cirebon.

Ya, mereka hanya melakukan satu kali perjalanan. Sementara untuk perjalanan pulang, beberapa kendaraan minibus ukuran 3/4 juga telah dipersiapkan. Petualangan yang mayoritas diikuti pengguna sepeda jenis Road Bike (RB) ini sedikitnya dibagi dalam 4 pitstop atau titik pemberhentian.

SUSURI PANTURA: Komunitas Cirebon Cycling Club (CCC) jelajah akhir tahun dengan menyusuri pantura mulai dari Cirebon hingga Purwakarta, Minggu (1/12).

Pertama dilakukan di Rumah Makan Joko, Jatibarang, Indramayu. Jarak dari titik start ke pemberhentian pertama sekitar 50 kilometer. Dengan rata-rata kecepatan 40-50 kilometer per jam. Sekitar pukul 08.00 rombongan pesepeda dengan jersey putih corak pelangi ini tiba di rumah makan dengan menu utama bakso dan soto itu.

Tanpa banyak aba-aba, mereka langsung memesan makanan sesuai selera masing-masing. Beberapa di antaranya ada yang mengisi ulang botol minum dan perbekalan lain untuk asupan nutrisi selama mengaspal di jalan. “Jos. Masih semangat. Belum terasa capeknya, hanya sedikit lelah,” kata Karnadi (54), salah seorang goweser yang memiliki hobi bersepeda sejak tahun 1995 itu.

Jalan datar dengan panas yang terik, belum banyak dikeluhkan di pemberhentian pertama. Sekitar 30 menit senda gurau, pedal kembali digenjot menuju pitstop ke-2 di salah satu pom bensin di Kecamatan Eretan, masih di Indramayu. Sampai di sana, sekitar pukul 10.30 dengan jarak 35 kilometer dari pemberhentian sebelumnya.

Suhu cuaca mulai meninggi. Pisang dan lemper menjadi makanan penyambut yang menenangkan. Tidak lama mereka berhenti. 15 menit kemudian, aba-aba untuk melanjutkan perjalan mulai terdengar. Aspal kembali disusur merangsak menuju salah satu minimarket terkenal. Betul, itu pitstop ke-3 yang jaraknya sekitar 28 kilometer dari tempat terakhir memakan pisang dan lemper.

Kecepatan menurun, sekitar 30-40 kilometer per jam. Lalu lintas kendaraan sesekali mengganggu. Dengan banyaknya orang meminta sumbangan di tengah jalan. Tiba di pemberhentian ke-3 itu sekitar pukul 11.30 dengan aktivitas mengecek kondisi sepeda sambil meregangkan sendi-sendi kaki.

Sadar matahari sudah mulai ada di puncak, perjalanan kembali dilanjutkan menuju pemberhentian akhir sebelum menuju finish. Yaitu di Patokbeusi, Kabupaten Subang. Jaraknya sekitar 29 kilometer dari pemberhentian sebelumnya. Di sana waktunya makan siang. Sampai sekitar pukul 12.32. goweser yang didominasi senior ini dipersilakan untuk mengambil makan siangnya masing-masing. Beberapa di antaranya ada yang lebih memilih Salat Duhur lebih dulu.

Sekitar 13.30 mereka sudah bergegas. Memburu waktu yang sudah semakin sore. Sampai saat itu, fisik semakin terkuras. Memasuki Purwakarta, cuaca mendadak teduh.

Aspal basah bekas guyuran hujan masih dapat terlihat. Benar saja, beberapa kilometer menjelang titik akhir, hujan mengguyur. Dibarengi dengan trek menanjak khas jalur pegunungan. Hujan ini menjadi penyemangat sekaligus pelepas rasa lelah sambil kaki terus mengayunkan pedal.

Sekitar pukul 16.00, rombongan sepeda ini sampai di titik finish, Waduk Jatiluhur. Pemandangan hamparan waduk memanjakan puluhan goweser. Prosesi makan-makan kembali dilakukan. Beberapa yang tidak sabar, ada yang langsung mengabadikan momen melalui telepon selular masing-masing.

“Luar biasa, akhirnya sampai juga. Dengan trek yang awalnya landai, sampai menjelang finish yang cenderung naik. Untung tadi hujan, jadi menambah stamina kita di jalan. Perjalanan yang menyenangkan dan tidak akan terlupakan,” kata Toni Wijaya, anggota Komunitas CCC, mengungkapkan kegembiraan sesaat setelah sampai di finish.

Kegiatan di Waduk Jatiluhur itu menjadi penutup. Setelah puas makan-makan, mereka mulai menata sepeda di mobil yang sebelumnya dipersiapkan. Dan, kembali pulang ke Cirebon. (*)

Berita Terkait