Ditinggal Salat Magrib, Maling Sikat Motor Guru SMP

Muslim menunjukkan lokasi diparkirnya sepeda motor yang digondol maling.FOTO:CECEP NACEPI / RADAR CIREBON

CIREBON-Wilayah Kecamatan Panguragan semakin tidak aman. Aksi curanmor kian merajalela. Kali ini terjadi di RT 01 RW 04, Blok 4, Desa Kalianyar, Kecamatan Panguragan. Ditinggal salat hanya sekitar empat menit, sepeda motor Honda Beat nopol E 5587 JZ sudah lenyap digondol maling. Korbannya bernama Muslim.

Kepada Radar Cirebon, pria yang berprofesi sebagai guru di SMPN 1 Panguragan itu menceritakan musibah yang baru saja dialaminya. Saat itu dia baru pulang dari rumah orang tuanya. Muslim sudah biasa setiap sore main ke rumah orang tuanya. “Kejadiannya Sabtu sore (23/11). Menjelang magrib, saya pulang dari rumah orang tua. Karena pikir saya mau belanja lagi jadi motor belum dimasukin. Ditaruh di teras rumah. Itu juga sudah masuk, karena di depan ada pagar,” kata Muslim, Senin (25/11).

Muslim kemudian masuk ke rumah untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan Salat Magrib.  Istrinya mendapatkan telepon dari ponakannya menanyakan apakah ada orang di dalam rumah. Istri Muslim pun menjawab, kalau ada motor di teras depan artinya ada orang di rumah. Namun, ponakannya menjawab tidak ada motor di teras. Sontak, istri Muslim langsung lari keluar melihat motor. Benar saja, motornya sudah lenyap dicuri.

“Awal tahu dari ponakan yang telepon, katanya gak ada motor. Saya selesai salat dengan istri keluar, ternyata motor sudah tidak ada. Pantas saja, pas saya salat istri sempat dengar ada motor yang mendadak ngegas di depan rumah, kayak motor Yamaha King. Kita pikir orang lewat, karena rumah depan jalan raya,” ujarnya.

Mengetahui motornya dibawa kabur maling, Muslim bergegas mencoba mengejar pelaku menuju ke arah Arjawinangun. Sampai di depan Stasiun Arjawinangun, dia berputar arah ke arah timur menuju Suranenggala. Sayang, upayanya tidak membuahkan hasil.

Muslim kemudian pulang ke rumahnya dan menghubungi pihak dealer. Pasalnya, motor yang hilang masih kredit dengan cicilan sudah 8 bulan. Namun, pihak dealer mengarahkan untuk menghubungi asuransi dan mengurusnya hari Senin (25/11).

Sekitar pukul 09.00 WIB. Korban kemudian kedatangan tamu dari aparat desa dan pihak kepolisian sektor Panguragan. “Rumah aparat desa deket. Jadi, jam 9 aparat desa datang ke rumah. Polisi juga langsung melakukan olah TKP saat itu juga. Jam 10, saya ke Polsek Panguragan melaporkan kejadian tersebut,” tuturnya.

Sepeda motor Honda Beat tersebut diakui sebagai milik anaknya, sehingga anaknya sangat sayang dengan motor tersebut. “Kasian anak saya, semenjak hilang dia nangis terus,” imbuhnya.

Kapolsek Panguragan AKP Yanto saat dikonfirmasi mengatakan sudah menerima laporan Muslim yang kehilangan motornya. “Sudah laporan dan dibuatkan pemblokirannya buat urus asuransi,” ujarnya. (cep)

Berita Terkait