Disnakertrans Rutin Beri Pelatihan Ekonomi Kreatif

SAMBUTAN: Sekretaris Disnakertrans HM Suharto (dua dari kanan) memberikan sambutan pada pelatihan ekonomi kreatif di Desa Cupang sebagai kampung produktif. FOTO: SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON

DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cirebon rutin memberikan pelatihan ekonomi kreatif di tengah masyarakat. Desa Cupang salah satunya, menjadi target kampung produktif. Pasalnya, potensi Desa Cupang cukup menjanjikan. Ada wisata Batu Lawang. Pelatihan kali ini adalah kreasi membatik. Termasuk membuat kerajinan kayu dan olahan makanan.

Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Cirebon HM Suharto mengatakan, kegiatan yang digelar Disnakertrans di Bumdes Sela Dwipa Desa Cupang, diharapkan mendapat manfaat untuk ibu-ibu agar lebih produktif lagi.

Apalagi, pelatihan kampung produktif kali ini menyentuh pada kreasi kerajinan dengan media kayu dan bambu. Dengan demikian, hasil pelatihan itu yang dapat dikaryakan dalam bentuk kerajinan memiliki nilai ekonomis.

“Pelatihan ini bagian dari salah satu untuk meningkatkan kesejahteraan warga setempat. Baik keluarga maupun perekonomian desa,” kata Suharto didampingi Kasi Pengembangan Sumber dan Perluasan Kerja, Titik Kusprapti SE usai penutupan acara pelatihan.

Dia mengaku sangat mengapresiasi warga Desa Cupang yang mau berkarya dan gotong royong dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang difasilitasi pemerintah daerah melalui Disnakertrans.

“Dari dinas sudah memberikan fasilitas dalam rangka mengentaskan pengangguran. Tinggal ditindaklanjuti oleh kuwu. Manfaatkan Dana Desa (DD). Karena DD itu bukan terpaku pada infrastruktur, tapi bisa digunakan demi kesejahteraan masyarakat dari berbagai aspek,” tuturnya.

Sementara itu, Kuwu Desa Cupang, Oo Sujoko mengaku siap memberikan yang terbaik bagi warganya demi mewujudkan kampung produktif. Sebab, pada prinsipnya pemerintah desa sangat mendukung upaya dari pemerintah daerah. Terlebih, telah memberikan pelatihan berbagai macam kerajinan tangan maupun olahan makanan.

“Kerajinan yang diolah tentunya bisa menjadi souvenir atau buah tangan saat ada pengunjung berwisata di ke Batu Lawang,” singkatnya. (sam/adv)

Berita Terkait