Disdik Kabupaten Cirebon Akui Sistem Zonasi PPDB Dinilai Kurangi Motivasi Siswa

PPDB
ILUSTRASI

CIREBON – Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon mengakui bahwa sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) seperti saat ini bisa mengurangi motivasi siswa untuk berprestasi. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon Asdullah Anwar.

“Ya memang adanya zonasi ini bisa kurangi motovasi siswa dalam belajar,” ujar Asdullah kepada Radar Cirebon. Karena menurut dia, dalam zonasi tidak lagi menggunakan nilai ujian nasional siswa.

“Apalagi kalau yang rumah dengan sekolah SMP tujuan bersebelahan itu sudah pasti masuk tidak usah nilai bagus juga. Dan inilah salah satu kelemahan zonasi, tidak lagi menggunakan nem karena dengan jarak sudah bisa masuk ke sekolah tujuan,” tuturnya.

Asdullah akan meminta pemerintah untuk bisa melakukan evaluasi dari pelaksanaan  sistem zonasi dalam PPDB. “Makanya kita sudah ajukan agar pemerintah melalui Kemendikbud untuk melakukan evaluasi, sehingga PPDB tahun depan bisa ada perubahan,” tuturnya.

Asdullah menginginkan agar zonasi tahun depan tidak diberikan porsi yang cukup besar. “Kalau sekarang kan zonasi 90 persen kuotanya. Nggak apa-apa zonasi tetap ada, tetapi kuotanya jangan seperti sekarang 90 persen, ya minimal 20-30 persen, jangan sampai 90 persen seperti sekarang,” ujarnya.

Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon Rasida Edi Priyatna juga beranggapan serupa. Menurut dia, sistem zonasi sangat menurunkan motivasi siswa dalam mencapai prestasi.

“Karena memang zonasi itu berpedoman kepada kedekatan jarak antara rumah dengan sekolah tujuan. Sehingga nilai akademik seperti NEM tidak lagi menjadi pedoman,” ujarnya.

Sehingga, menurut Rasida, tentunya perlu ada evaluasi terkait sistem zonasi ini. “Harus ada evaluasi. Karena kalau tetap begini maka siswa akan kehilangan motivasi untuk mencapai nilai akademik ya memuaskan,” tuturnya. (den)

Berita Terkait