Direksi Jelaskan Reklasifikasi Pelanggan, Komisi II Minta Sosialisasi agar Tidak Ada Gejolak

PDAM
ILUSTRASI

CIREBON-Kebijakan reklasifikasi yang dilakukan oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, dikeluhkan pelanggannya. Oleh karena itu wakil rakyat yang duduk di DPRD Kota Cirebon memanggil jajaran direksi perusahaan daerah plat merah tersebut, dalam rapat dengar pendapat.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon Ir H Watid Sahriar MBA menjelaskan, rapat kerja kali ini merupakan tindak lanjut pembahasan dengan Perumda Air Tirta Giri Nata terkait penyesuaian klasifikasi pelanggan. Pasalnya banyak keluhan kenaikan tagihan rekening air minum yang tiba-tiba naik.

“Kami memberikan masukan, agar PDAM menyampaikan perubahan atau penyesuaian tarif kepada pelanggannya. Kemudian sebelum itu, harus dilakukan survei dan mendapatkan persetujuan dari pelanggan untuk perubahan tarif airnya,” ujarnya.

Watid menekankan, perubahan tarif ini agar tidak menimbulkan gejolak, terutama untuk pelanggan rumahan biasa. Untuk itu penting dalam survei tersebut, tim dari Perumda Air Minum bertemu langsung dengan pelanggannya. Sampaikan kepada pelanggan, kondisi rumah baik luas, bentuk dan fungsinya sudah ada perubahan. Sehingga klasifikasinya juga berubah dari sebelumnya, yang berdampak pada penyesuaian tarif.

Setelah itu, lanjut Politikus Partai Nasdem ini, harus dibuat berita acara persetujuan dan ditandatangani kedua belah pihak. Sehingga pelanggan sadar dan mengerti bahwa penyesuaian tarif ini bukan sepihak. Tapi karena adanya reklasifikasi pelanggan itu sendiri.

“Kami minta direksi menginventarisir kembali data base pelanggannya, agar sesuai dengan klasifikasi. Sesuaikan data di lapangan, jangan sampai petugas terkesan nembak data saja untuk klasifikasi pelanggannya,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Perumda Air Minum, H Sopyan Satari SE MM mengungkapkan, dasar kebijakan ini adalah Permendagri 72/2016 Tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum. Kemudian Perda Kota Cirebon 17/2017 Tentang Pelayanan PDAM Tirta Giri Nata.

Kebijakan PDAM juga mengacu pada Peraturan Walikota Cirebon 4/2018 Tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum Perumda Tirta Giri Nata Kota Cirebon. Serta Keputusan Walikota Nomor 539/Kep.126-Adm.Perek/2018 Tentang Penetapan Besaran Pendapatan Perumda Tirta Giri Nata Kota Cirebon.

Kebijakan juga didasari pada Keputusan Direksi PDAM Kota Cirebon 690/Kep.36/PDAM/2014, tentang pengelompokan kembali klasifikasi pelanggan air minum Perumda Air Minum. Opang, demikian sapaan akrabnya juga menyampaikan, pengelompokan klasifikasi pelanggan sudah merupakan ketentuan Perumda Air Minum. Pada prinsipnya kebijakan ini adalah menyesuaikan golongan tarif pelanggan, didasarkan pada luas bangunan, fungsi bangunan dan sosial ekonomi pelanggan.

Ketika pelanggan melakukan perubahan pada bangunan rumahnya seperti peningkatan bangunan, penambahan ruangan dan hal-hal lainnya, hal itu akan berdampak pada perubahan klasifikasi pelanggan.  Contoh lain adalah, perubahan fungsi dan peruntukan. Dari bangunan rumah menjadi toko, ataupun usaha lainnya.

Reklasifikasi ini mempunyai tujuan yang jelas, untuk memenuhi prinsip keadilan kepada pelanggan. Selain itu untuk pengendalian penggunaan air secara bijaksana. Dengan diberlakukannya kelas tarif yang sesuai dengan kondisi terkini, baik didasarkan atas luas dan fungsi bangunan, diharapkan pelanggan lebih menghemat pemakaian air.

Pihaknya melakukan penyesuaian atau reklasifikasi pelanggan pada Bulan Oktober 2019. Hal tersebut dilakukan sesuai hasil survei petugas pada alamat pelanggan. Perlu diketahui juga, perubahan klasifikasi pelanggan yang diberlakukan saat ini hanya diberlakukan kepada pelanggan dengan layanan aliran air lebih dari 18 jam seharinya.

“Kami berharap kepada para pelanggan untuk memahami dan mendukung kebijakan ini. Karena ini akan bermuara pada pelayanan kami kepada pelanggan lebih optimal. Memenuhi prinsip keterjangkauan dan berkelanjutan dalam pengelolaan perusahaan,” tukasnya. (gus)

Berita Terkait