Dinsos Terima Penghargaan Graduasi Mandiri PKH

TERIMA PENGHARGAAN: Sekda Kabupaten Cirebon Drs H Rahmat Sutrisno MSi mewakili bupati Cirebon, menerima Penghargaan Graduasi Mandiri PKM PKH tingkat nasional dari Menteri Sosial di Makasar.FOTO: DINAS SOSIAL FOR RADAR CIREBON

CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Sosial (Dinsos), terbukti andal dalam melaksanakan program pengentasan kemiskinan melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Hal itu dibuktikan dengan prestasi di tingkat nasional.

Plt Kepala Dinsos Kabupaten Cirebon, Dr H Iis Krisnandar SH CN menuturkan, pihaknya memperoleh penghargaan sebagai Kabupaten/Kota yang berhasil mewujudkan graduasi mandiri keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM PKH) dari Menteri Sosial RI, Juliari P Batubara pada 25 November 2019 di Makasar.

Pihaknya mengapresiasi seluruh pihak, termasuk pendamping PKH dan seluruh stakeholders yang telah bekerja keras dan membantu penyaluran PKH hingga tepat sasaran pada penerima manfaat.

“Penghargaan ini merupakan kebanggaan luar biasa. Kami tidak tahu bahwa akan mendapatkan penghargaan. Yang terpenting, bagi kami kerja keras dan kerja ikhlas. Bahkan dalam penghargaan graduasi mandiri yang diterima di 5 Kabupaten/Kota se-Indonesia, Kabupaten Cirebon lah yang terbanyak atau tertinggi dalam graduasi mandiri. Sebab, dari 107.637 PKM PKH, yang telah graduasi mandiri (mengundurkan diri dari program PKH karena dianggap sudah mampu) mencapai 4.357 PKM,” tutur Iis, Senin (2/12).

Menurutnya, PKH merupakan pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga dan atau warga miskin dan rentan, yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin. Graduasi mandiri KPM PKH, termasuk di dalam kategori penghargaan karena dianggap sebagai salah satu indikator keberhasilan PKH. Ini artinya, tujuan utama PKH untuk perubahan perilaku menjadi produktif dan mandiri telah berhasil tercapai.

Ditambahkannya, penilaian atas penghargaan sebagai graduasi KPM PKH. Karena secara rutin Dinas Sosial dan SDM PKH aktif melakukan bimbingan, penempelan stiker di rumah warga penerima. Sehingga, mereka yang mampu dan enggan mengundurkan diri dari PKM PKH, merasa malu dan akhirnya keluar secara mandiri dari program PKH tersebut.

“Yang jelas kita bersyukur, semua pihak telah bekerja keras dan inilah hasilnya. Dari 4.357 yang mengundurkan diri sebagai PKM PKH ialah merupakan PKM yang sadar bahwa mereka sudah tidak berhak sebagai penerima PKH. Itu artinya, mereka sudah dianggap mampu dan sejahtera. Dan inilah motivasi bagi kita untuk terus bekerja keras meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui program KPM PKH,” tukasnya. (via)

Berita Terkait