Diduga Epilepsi Kambuh, Lansia Tewas Tenggelam di Sungai

Warga bersama anggota Polsek Widasari mengevakuasi jasad Tursinah yang tenggelam di Sungai Cipelang Desa Ujungjaya, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu. FOTO:ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU
Warga bersama anggota Polsek Widasari mengevakuasi jasad Tursinah yang tenggelam di Sungai Cipelang Desa Ujungjaya, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu.FOTO:ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Diduga karena penyakit epilepsi kambuh saat mandi di sungai, Tursinah (75) warga Blok Menyos Desa Ujungjaya Kecamatan Wiasari ditemukan sudah ditemukan tidak bernyawa di Sungai Cipelang, Minggu (25/8), sekitar pukul 10.00 WIB.

Jasad lansia itu ditemukan mengambang di sungai setelah pihak kepolisian dan warga melakukan pencarian selama enam jam. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun wartawan Radar Indramayu, Tursinah, sekitar pukul 05.00 hendak pergi ke musala tidak jauh dari rumahnya untuk melaksanakan salat Subuh.

Namun, sebelum sampai musala, korban menyimpan mukena di salah satu rumah warga dan menuju Sungai Cipelang yang jaraknya tidak jauh dari rumah korban. “Saya lihat Tursinah menyimpan mukena dan menuju Sungai Cipelang. Saya tidak curiga apapun akan terjadi seperti ini,” kata seorang warga, Kasanah (60).

Sementara itu, anak Tursinah, Imron mengatakan, langsung mencari ibunya ketika mengetahui tidak kembali ke rumah setelah pergi ke musala. Diakui Imron, ibunya sudah 6 kali tenggelam di sungai namun berhasil diselamatkan.

“Saya curiga dan tanya-tanya ke tetangga, hanya ditemukan mukena saja, kebetulan ada yang lihat almarhumah sempat menuju sungai. Saya curiga tenggelam, langsung lapor ke pemdes dan polsek, dibantu warga mencari di sungai,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Widasari AKP I Komang Sarjana SH mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari para saksi dan anak korban, Tursinah diduga tenggelam akibat penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh saat sedang melakukan mandi di Sungai Cipelang.

“Korban sudah ditemukan pada pukul 10.00 pagi di lokasi yang tidak jauh setelah anggota kami bersama warga melakukan pencarian. Anggota keluarga juga menerima kejadian ini adalah musibah dan  menolak untuk diotopsi, kemudian langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” tandasnya. (oni)

Berita Terkait