Dibantu Rp 35 Juta, Rumah Program BSPS Kuningan Jadi Mewah

Program-Rumah-BSPS-Kuningan
PANTAU RUMAH: Sekretaris Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Dadang Rukmana (ketiga dari kanan) bersama Bupati Acep Purnama (batik merah) memantau rumah warga korban bencana di Desa Cimara Kecamatan Cibeureum, Kamis (5/12). Foto: Agus Panther/Radar Kuningan

KUNINGAN — Pelaksanaan pembangunan rumah dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Kuningan mendapat pujian dari Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR RI. Hal itu terbukti saat kunjungan Sekretaris Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Dadang Rukmana bersama tim teknis dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten di Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum, Kamis (5/12).

Dadang ditemani Bupati H Acep Purnama dan Kepala DPRPP Kabupaten Kuningan HM Ridwan Setiawan berjalan kaki keliling kompleks perumahan penerima program BSPS. Tak hanya itu, Dadang juga berdialog dengan warga penerima program BSPS serta mengecek langsung kondisi bangunan rumah yang belum sepenuhnya rampung tersebut. Sebagai pertanda rumah itu dibangun dari BSPS, Dadang dan bupati memasang plang bertuliskan rumah BSPS di dinding rumah warga.

“Kita ingin melihat bagaimana pelaksanaan BSPS di sini. Intinya bravo untuk Kuningan, saya sangat puas,” tegas Sekretaris Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Dadang Rukmana disambut riuh tepuk tangan masyarakat setempat yang terlihat antusias menyambut kedatangannya bersama Bupati Acep.

Menariknya, rombongan bukan hanya dari Kementerian PUPR melainkan juga ada perwakilan provinsi lain seperti Banten dan Jateng. Mereka melihat proses pengerjaan rumah dari program BSPS yang dilakukan di Kuningan.

“Kita mengecek pembangunan perumahan berdasarkan program BSPS. BSPS itu Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, jadi kita dari pemerintah program sejuta rumah dari Pak Presiden Joko Widodo, yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR itu memberikan bantuan per rumah Rp 35 juta,” ujar Dadang.

Oleh sebab itu, lanjut dia, sisanya dalam proses pembuatan rumah itu berdasarkan kemampuan swadaya dari masyarakat. Karena itu, bentuk setiap rumah berbeda-beda sesuai dengan kemampuan swadaya dari masing-masing masyarakat itu sendiri.

“Namun prinsipnya kita ada standar desain, jadi tidak terlalu mencolok juga. Karena ini program stimulan, program ini menggerakan seluruh stakeholder termasuk pemda, CSR kalau ada, sama-sama gotong royong membangun rumah bagi masyarakat yang berkebutuhan,” terangnya diamini Satker BSPS, Sarju.

Dadang memuji hasil pembangunan rumah dari program BSPS di Kabupaten Kuningan luar biasa. Bahkan, dia terang-terangan menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Bupati Kuningan, Acep Purnama.

“Tanpa beliau (Bupati Kuningan, red) turun tangan, saya kira wujud yang semacam ini akan susah dilaksanakan. Ini belum selesai, masyarakat terus berswadaya, kami pun terus memberikan bantuan nanti akan masuk bantuan prasarana sarana umumnya, nanti akan dibangunkan jalan yang kualitasnya bagus, kekuatan betonnya itu K250, supaya masyarakat tidak perlu merehab, jadi umurnya bisa puluhan tahun,” puji Dadang.

Sementara Bupati Acep Purnama menuturkan, peninjauan ini untuk memastikan sukses tidaknya program BSPS yang dilaksanakan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. “Alhamdulillah dilihat dari yang menerima maupun yang memberi kebijakan, semuanya merasa terpuaskan dengan hasil seperti ini. Bayangkan dengan uang stimulan yang sekian, bisa mencapai perumahan yang bagus,” katanya.

Bupati berharap hasil pembangunan rumah ini dapat menjadi percontohan untuk menjadi sebuah perkampungan ideal. Kemudian juga dia berterima kasih atas sifat gotong royong warga Cimara dalam pembangunan rumah penerima program BSPS.

“Sangat luar biasa masyarakat Cimara dalam membantu saudaranya. Kondisi rumah yang dibangun juga kualitasnya sangat bagus. Saya lihat keren-keren rumahnya. Sekali lagi, pemerintah akan terus membantu masyarakatnya. Pemerintah tidak tinggal diam,” pungkas bupati. (ags)

Berita Terkait