Dianggap Menistakan Agama, Ustad Abdul Somad Beri Klarifikasi saat Hadir di Cirebon

Ustad Abdul Somad (UAS) menyampaikan ceramah dalam kegiatan bertajuk kuliah umum dan tablig akbar di Kampus UGJ. FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Ustad Abdul Somad (UAS) menyampaikan ceramah dalam kegiatan bertajuk kuliah umum dan tablig akbar di Kampus UGJ. FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Ustad Abdul Somad (UAS) berkunjung ke Cirebon, Kamis  (22/8), ketika isi ceramahnya tiga tahun lalu dipersoalkan karena dianggap menistakan agama lain. Ia bahkan sudah dilaporkan ke kepolisian. Karena itu, UAS kembali memberikan klarifikasi kepada sejumlah jurnalis Cirebon yang menemuinya di Ponpes Al Bahjah pimpinan Buya Yahya.

Pada kesempatan itu, UAS mengatakan ia menyerahkan permasalahan hukum yang saat ini dihadapinya kepada Allah SWT. Ia lalu menceritakan awal mula ceramah yang kini dipermasalahkan itu. “Saya ada kajian hadis setiap selesai subuh Sabtu di Masjid Agung An Nur Pekanbaru. Setelah kajian, ada tanya jawab,” ujar UAS yang tampak duduk berdampingan dengan Buya Yahya.

Karena ada yang bertanya, ia pun memberikan jawaban soal patung yang dipertanyakan itu. ”Saya memberikan jawaban tentang masalah dia melihat patung, dia merinding menggigil ketakutan. Saya menjawab dengan hadis nabi sesungguhnya malaikat tidak masuk ke dalam rumah kalau di dalam rumah itu ada patung. Salah satu penyebab kenapa malaikat rahmat tidak mau masuk ke dalam rumah yang ada patung, sebabnya di dalam patung ada jin,” tuturnya.

UAS mengungkapkan, dirinya berceramah dan menjawab pertanyaan tersebut di komunitas muslim dan dalam kajian agama Islam. “Saya sampaikan itu di komunitas muslim, di dalam masjid, kajian khusus hadis. Saya menjawab pertanyaan, menjelaskan untuk menjaga kekuatan akidah umat,” terangnya.

Namun, lanjutnya, jika ada yang melaporkan dirinya kepada pihak kepolisian, maka dirinya menyerahkan kepada hukum yang ada. “Tapi kemudian tiba-tiba kajian itu keluar, didengar orang lain, dia merasa tersinggung, lapor ke polisi, maka kita tinggal di negara hukum. Kita serahkan pada hukum. Saya warga yang taat hukum,” tegasnya.

Masih terkait ceramahnya itu, UAS mengungkapkannya lagi saat memberikan kuliah umum dan tablig akbar di halaman Kampus I Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ). Di lokasi itu, tampak ribuan umat muslim antusias menyambut kedatangan alumnus Universitas Al Azhar Mesir itu. UAS kembali menegaskan tidak takut atas pelaporan dirinya yang dianggap telah menistakan agama lain.

Halaman: 1 2

Berita Terkait