Demi Dompyong Wetan Maju Lahir Batin, Didi Sutadi Kembali Mencalonkan Diri

KUWU-DOMPYONG
Didi Sutadi menyapa warganya saat melakukan sosialisasi dirinya sebagai calon kuwu Desa Dompyong Wetan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Foto Istimewa

CIREBON – Siapa yang tak kenal Didi Sutadi? Sosok yang sudah familier di mata masyarakat Desa Dompyong Wetan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Ya, saat ini Didi kembali mencalonkan diri jadi calon kepala desa (kuwu) Desa Dompyong Wetan.

Pemilihan kuwu sendiri akan berlangsung pada 27 Oktober 2019 mendatang secara serentak di Kabupaten Cirebon.
Pada periode sebelumnya, atau 2013-2019, Didi berhasil mengubah Dompyong Wetan menjadi desa yang maju.

Perubahan desa benar-benar dirasakan masyarakat. Salah satunya adalah infrastruktur yang lebih baik dari sebelumnya.

Saat ini, Didi maju kembali dalam kontestasi Pilwu Serentak 2019. Pada pengundian nomor urut calon kuwu, 30 September 2019 lalu, Didi mendapatkan nomor urut 3.

KUWU-DOMPYONG-WETAN
Didi Sutadi bersama istri menyapa warganya saat melakukan sosialisasi dirinya sebagai calon kuwu Desa Dompyong Wetan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Foto Istimewa

Didi menyampaikan visi dan misinya lengkap dengan sejumlah program unggulan di bidang pemerintahan dalam reformasi pelayanan publik. Pertama, reformasi pelayanan publik melalui SP2SE.

Lalu, percepatan pembangunan infrastruktur, dilanjut pembinaan Kamtibmas. Kemudian, pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, keagamaan melalui jamaah pengajian, IremasDes, perekonomian, UKM Petani.

Berikutnya, wiraswasta melalui BUMDes yang mana pengembangannya tidak harus terfokus bertempat di Desa Dompyong Wetan. “Yang terpenting dikelola oleh organisasi atau personal yang profesional, akuntable. Sehingga mendongkrak produktivitas ekonomi masyarakat,” tutur Didi, calon kuwu yang punya figur kebapaan dan mengayomi ini.

Tak tertinggal realisasi kegiatan pembinaan kepemudaan dan olahraga. Terutama sepak bola, yang ditargetkan, lapangan sepak bola akan selesai sesuai standar dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

Dengan pengalaman memimpin Desa Dompyong Wetan ini, jelas program-program unggulan tersebut nyata akan diterapkan Didi Sutadi dan bukan hanya isapan jempol semata. Dalam menyosialisasikan programnya, hingga hari pencoblosan 27 Oktober 2019, Didi mengusung jargon “JADI”, atau Jayana Didi Sutadi. Demi Desa Dompyong Wetan yang Mandiri dan Sejahtera.

“Untuk itu, saya sebagai calon kuwu nomor urut 3, dengan segala kerendahan hati memohon doa dan dukungan dari semua pihak, agar bisa kembali mengemban tanggung jawab yakni memajukan desa ini lahir batin,” pungkasnya.

Didi menambahkan, segala aktivitas dan program yang dia laksanakan biar masyarakat menilai secara objektif kinerj dirinya. “Marilah berlomba-lomba dalam kebaikan untuk merealisasikan program. Hindari bersikap nyinyir, karena nyinyir itu bukan solusi,” ujarnya.

Dia juga menyinggung soal Kartu Identitas Anak (KIA) yang sudah dibagikan. “Sosialisasi melalui spanduk dan baliho sudah. Sapa warga sudah, dan masih banyak lagi program nyata yang akan diwujudkan. Yang terpenting, dengan kesederhanaan, dan kerendahan hati, selalu mengedepankan masyarakat,” kata dia. (rls)

Berita Terkait