Dampak Pilwu, Polres Ciko Perpanjang Operasi Zebra

Ilustrasi - Polisi razia kendaraan. Foto Net

CIREBON-Operasi Zebra yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia telah berakhir pada Selasa (5/11). Namun itu tidak berlaku di wilayah hukum Polres Cirebon Kota. Satlantas Polres Ciko tetap menggelar Operasi Zebra Lodaya hingga Jumat (8/11) mendatang.

Kasatlantas Polres Cirebon Kota AKP Fitra Zuanda mengatakan, perpanjangan masa operasi penindakan pelanggaran lalu lintas tersebut merupakan dampak dari gelaran pemilihan kuwu (pilwu) atau kepala desa (kdes) serentak pada 27 Oktober lalu.

Saat itu, operasi zebra sempat dihentikan selama 3 hari karena anggota polantas juga turut mengamankan pesta demokrasi tingkat desa tersebut. “Makanya kita perpanjang tiga hari sampai Jumat 8 November,” ujar Fitra kepada Radar Cirebon.

Mantan Kasat Intelkam Polres Cirebon itu meminta masyarakat untuk lebih tertib dalam berlalu lintas dan mengikuti ketentuan yang ada. Sebab, pada operasi zebra ini pihaknya tidak akan mentolerir pelanggaran yang dilakukan pengendara. “Sebab ini merupakan operasi penindakan, jadi tidak ada lagi teguran, kalau melanggar ya kami tindak,” ucap Fitra beberapa waktu lalu.

Meski sempat tertunda, selama 3 hari, namun angka pelanggaran masih sangat tinggi. Selama operasi zebra lodaya digelar, Satlantas Polres Ciko telah menjaring sekitar 1500 pengendra dengan berbagai macam pelanggaran. Dari jumlah tersebut, pengendara roda dua mendominasi jumlah pelanggaran.

Beberapa jenis pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah pengendara yang tidak memakai helm, bonceng lebih dari satu dan tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan. Adapula pengendara yang nekat menggunakan HP saat berkendara, melanggar marka dan rambu serta beberapa jenis pelanggaran lainnya. (day)

Berita Terkait