Cirebon Siap-Siap Ganti Musim

Wilayah Ciayumajakuning Bakal Diguyur Hujan Siang hingga Sore

Awan hitam di langit Cirebon, Rabu (4/12) sekitar pukul 17.00. Bersamaan dengan itu, hujan pun mengguyur Cirebon meski dengan intensitas sedang. Sesuai data BMKG, Desember ini merupakan awal musim hujan.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Musim hujan telah tiba. Meski dengan intensitas ringan hingga sedang. Hari ini, Kamis (5/12) hingga dua hari ke depan, wilayah Cirebon dan sekitarnya diprediksi terjadi hujan pada waktu siang hingga malam hari. Artinya, mulai siap-siap ganti musim. Dari kemarau ke musim hujan.

Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Jatiwangi Ahmad Faa Idzyn mengatakan sekitar 75 persen wilayah Indonesia mengalami keterlambatan masuk musim penghujan. Harusnya awal musim hujan pada November, kini terjadi pada Desember. “Untuk sebagian besar wilayah Pulau Jawa memasuki musim hujan pada dasarian I atau 10 hari pertama dan dasarian II atau 10 hari kedua bulan Desember ini,” terang Ahmad Faa Idzyn kepada Radar Cirebon.

Dan, wilayah Cirebon dan sekitarnya termasuk sudah memasuki awal musim hujan. Berdasarkan prakiraan cuaca, lanjut dia, hari ini Kamis (5/12) dan dua hari ke depan wilayah Ciayumajakuning terjadi hujan pada siang hari dengan intensitas ringan, lalu sore hingga malam hari berpotensi hujan dengan intensitas sedang. “Suhu berkisar antara 25 sampai 36 derajat celsius,” jelas pria yang akrab disapa Faiz itu.

Diterangkan Faiz, kondisi iklim Indonesia sangat dikontrol kondisi suhu muka air laut di Samudera Hindia sebelah Barat, Barat Daya Pulau Sumatera dan Samudera Pasifik, serta perairan laut Indonesia. Fenomena keterlambatan musim hujan terjadi karena rendahnya suhu permukaan laut daripada suhu normalnya yang berkisar antara 26- 27 derajat celcius di wilayah perairan Indonesia bagian selatan dan barat, sehingga berimplikasi pada kurangnya pembentukan awan.

“Ini yang menyebabkan keterlambatan datangnya musim hujan. Tapi pada akhir November dan awal Desember ini suhu permukaan air laut sudah kembali menghangat dan memicu pembentukan awan hujan. Prediksi hujan untuk sepanjang tahun 2020 cendrung mempunyai pola yang sama dengan normal. Awal musim hujan akhir 2019 telah diperkirakan akan lebih mundur dari normalnya pada tahun 2018,” terangnya.

Periode musim hujan November 2019-Maret 2020 masih sesuai dengan normalnya (klimatologi 1981-2010), tapi dapat lebih basah dibandingkan tahun 2019, khususnya Sumatera dan Kalimantan bagian utara. Puncak musim hujan diprediksi pada Januari-Februari 2020. Demikian halnya awal musim kemarau diprakirakan mirip dengan normalnya, yaitu sekitar April-Mei 2020 dan berlangsung hingga Oktober 2020.

Halaman: 1 2 3

Berita Terkait