Cirebon Power Buka Kelas Vokasi Ketenagalistrikan Angkatan II

cirebon-power-vokasi-ketenagalistrikan
Instruktur dari Korea Selatan mengisi kelas vokasi ketenagalistrikan, Rabu (20/11). Foto: Cirebon Power

CIREBON – Cirebon Power kembali melaksanakan pelatihan vokasi ketenagalistrikan angkatan kedua. Vokasi Ketenagalistrikan pertama yang dilaksanakan oleh swasta ini, diharapkan dapat membuka kesempatan bagi lulusan SMK di Cirebon untuk bergabung di industri ketenagalistrikan.

Head of Vocational Training Cirebon Power, Algan Naharo mengatakan, selama enam bulan ke depan 20 siswa terpilih akan mengikuti in house training, role play game, rotational on the job training, dan dedicated position on the job training.

Tidak hanya melibatkan tenaga pengajar dari ahli dan profesional dalam negeri, pelatihan juga melibatkan instruktur yang didatangkan dari Korea Selatan. Sama seperti sebelumnya, peserta pelatihan akan mendapatkan sertifikat kompetensi saat lulu. “Nanti para lulusan vokasi sudah dibekali skill yang mumpuni, peluang mereka lebih besar untuk terserap di project,” kata Algan, Rabu (20/11).

Berbeda dengan angkatan pertama, peserta vokasi kali ini direkrut oleh Komite Rekruitmen Tenaga Kerja ASPAM (Astanajapura, Pangenan dan Mundu). Sehingga para siswa vokasi adalah perwakilan terbaik dari 9 desa sekitar pembangkit., diambil yang terbaik. Usia peserta dibatasi antara 18-24 tahun, dengan syarat akademik nilai minimum rata-rata 7. Hal ini dilakukan agar potensi terbaik warga sekitar pembangkit dapat diprioritaskan untuk mendapat peluang kerja di pembangkit Cirebon Power.

cirebon-power-vokasi
Siswa mengikuti kelas vokasi ketenagalistrikan, Rabu (20/11). Foto: Cirebon Power

Disebutkan Algan, siswa lulusan vokasi ketenagalistrikan sudah terbukti kemampuannya. Dari angkatan pertama, enam diantaranya sudah bekerja di PT Cirebon Power Services (CPS), anak perusahaan pengelola operasional dan pemeliharaan (O&M) PLTU 1 Cirebon. Sementara lainnya juga ada yang terserap di berbagai industri ketenagalistrikan. “Kami yakin, mereka bisa terserap industri dan project, karena mereka memiliki keahlian yang spesifik dan langka, dan juga memiliki sikap mental siap kerja” tuturnya.

Dalam sambutannya saat membuka Pelatihan Vokasi Ketenagalistrikan, Angus Baird, Project Manager Cirebon Power, meminta peserta untuk memanfatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. “Ini adalah kesempatan bagi masyarakat lokal untuk memiliki keterampilan di bidang ketenagalistrikan. Sehingga memiliki daya saing untuk memenuhi skill yang dibutuhkan jndustri ketenagalistrikan baik di Cirebon Power maupun pembangkit lainnya,” kata dia.

Sementara itu, salah satu instruktur dari Korea Midland Power (KOMIPO), Mr Lee menyatakan, ada tiga tim yang didatangkan untuk mendukung program vokasi ini. Ia pun merasa terkesan dengan para peserta, karena sejak awal pelatihan sudah menunjukkan potensinya. “Mereka punya rasa ingin tahu yang yang tinggi pada pembangkit listrik, suasana di kelas pun dinamis karena siswa aktig mengajukan pertanyaan,” katanya.

Lee berharap, peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan lancar dan sampai tuntas. Sehingga dapat menyerap seluruh pengetahuan mengenai operasional dan pemeliharaan pembangkit listrik. (yud/rls)

Berita Terkait