Cinta Tak Direstui Orang Tua, Pemuda Ini Nekat Sebar Konten Syur Kekasih di Medsos

Penyebar-Konten-Syur-Kekasih
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Sziez meminta keterangan pelaku penyebaran konten syur kekasihnya di media sosial. Foto: Radar Pekalongan

PEKALONGAN – Kasus asmara berujung penjara kembali terjadi. Karena cinta tidak direstui orang tua kekasih, AAW (20), seorang pemuda asal Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, nekat menyebarkan konten gambar dan video asusila lewat media sosial (medsos).

Konten gambar dan video syur itu berupa rekaman adegan hubungan badan antara pelaku dengan korban yang masih di bawah umur. Adegan ranjang dilakukan di salah satu kamar kos di Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan pada Selasa, 12 November 2019 sekira pukul 16.30 WIB.

Kini pelaku ditangkap petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pekalongan Kota. Pelaku pun tak berkutik dan mengakui perbuatannya.

Dilansir dari radarpekalongan.co.id, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Sziez, didampingi Kasatreskrim AKP Sutono, menyebutkan, kasus tersebut terungkap berkat laporan dari ibu korban.

Awalnya, orang tua korban mendapat laporan dari salah satu guru korban. Guru korban mendapat kiriman konten syur melalui DM di akun Instagramnya, Kamis, 24 November 2019, pukul 04.11 WIB.

Setelah konfirmasi ke korban, akhirnya orang tua korban melaporkan kasus tersebut ke Polres Pekalongan Kota. Unit PPA bersama Tim Opsnal Satreskrim kemudian melakukan penyelidikan, dan akhirnya pelaku berhasil ditangkap di daerah Bandar, Kabupaten Batang.

“Motif yang mendasari perbuatan pelaku karena hubungan pelaku dengan korban tidak mendapat restu dari orang tua korban,” kata kapolres.

Kapolres menambahkan, pelaku akan dijerat dengan Pasal Pasal 81 ayat (2) Undang Undang RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 27 ayat (1) Undang Undang RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang Undang RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pelaku terancam pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 15 tahun. (hsn/way)

Berita Terkait