Cari Solusi Kepadatan Jl Perjuangan, Pemberlakuan Satu Arah Perlu Dikaji

Antrean kendaraan menuju Jl Perjuangan-simpang Untag, belum lama ini. Dishub berencana memasang APILL untuk mengurai kepadatan.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Pertumbuhan jumlah penduduk, kawasan permukiman dan pusat keramaian baru, menjadi faktor penyebab kemacetan di Jl Perjuangan. Bisa dilihat dari waktu kemacetan yang merupakan jam sibuk berangkat dan pulang kerja.

Sejauh ini, titik kemacetan yang perlu mendapat perhatian adalah simpang tiga di depan Kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Cirebon. Di puncak kepadatan lalu lintas, pengendara dari arah Jl Yudhasari III harus mengantre cukup lama untuk sekedar berbelok arah menuju Jl Perjuangan. Hal yang sama juga terjadi saat pengendara dari arah sebaliknya.

Terkait dengan kepadatan ini, beberapa opsi mengemuka. Selain memasang rambu lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) didorong untuk mengkali penerapan sistem satu arah di ruas jalan sekitarnya. Khususnya lalu lintas yang masuk dan keluar dari Jl Perjuangan.

Ketua Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) Cirebon Prof Dr Adang Jumhur MAg mengatakan, kepadatan lalu lintas di Jl Perjuangan merupakan konsekuensi karena kawasan ini salah satu daerah dengan pertumbuhan yang cukup pesat.

Jl Perjuangan merupakan pusat pendidikan, sekaligus magnet ekonomi baru. Sehingga ruas jalan yang ada, mesti menampung tingginya volume kendaraan. “Soal wacana pemberlakuan satu arah di Jl Perjuangan perlu dipertimbangkan. Ini bisa saja menjadi salah satu opsi untuk mengurai kemacetan,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Usulan ini, kata dia, bisa saja dibahas di FLLAJ. Ia mendorong dilakukan kajian terkait solusi penanganan kemacetan secara komprehensif. “Kita tahu banyak kawasan yang menjadi titik rawan baru kemacetan,” tuturnya.

Khusus untuk Jl Perjuangan, sementara ini pembahasannya masih pada pengadaan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) atau lampu merah. Adang mengungkapkan, pemasangan APILL ini sudah dibahas dalam FLLAJ.

Namun, pemasangan APILL ini belum disertai kajian matang. Selain itu, perlu juga dilakukan uji coba apakah pemasangan APILL ini bisa mengurangi kepadatan lalu lintas. Adang menyambut baik adanya masukan dari masyarakat. Termasuk dari media terkait dengan alternatif solusi kemacetan di Jl Perjuangan. “Kalau dari teman teman media melihat wacana ini menjadi salah satu alternatif yang akan kita angkat dalam forum,” katanya.

Dia menekankan, penyebab kemecetan di jalan perjuangan tidaklah tunggal. Sehingga untuk mengatasinya pun tidak hanya diatasi dengan melakukan rekayasa lalu lintas. Di kawasan tersebut, terutama di depan kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon hampir di kiri kanan jalanya dipenuhi dengan parkir kendaraan dan pedagang kaki lima. “Saya kira itu yang harus menjadi perhatian juga. Harus dibenahi sekaligus,” ungkapnya.

SULIT DIBUAT SATU ARAH

Jl Perjuangan adalah salah satu titik rawan kemacetan dan perlambatan lalulintas di Kota Cirebon. Bahkan pada jam sibuk, pergerakan kendaraan hanya 10 kilometer per jam saja. Perlu diupayakan solusi untuk mengatasinya, seperti dengan membuat jalan satu arah.

Soal opsi menerapkan satu arah di sebagian Jl Perjuangan, Kepala Dinas Perhubungan, Ir H Yoyon Indrayana MT menilai, rekayasa lalu lintas tersebut belum memungkinkan untuk diterapkan. Pasalnya ruang jalan yang tidak begitu lebar dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi. Selain itu jalan tersebut tidak memiliki jalan lain sebagai sirkulasi kendaraan. “Sulit untuk itu (satu arah) di Jl Perjuangan,” katanya.

Kendati demikian, wacana satu arah di Jl Perjuangan akan dicoba disimulasikan. Untuk sementara, pihaknya tetap menurunkan petugas dititik atau simpul kepadatan, untuk mengurangi kemacetan pada jam sibuk. Sebab, Jl Perjuangan merupakan kawasan pendidikan, banyak perumahan dan merupakan jalur masuk dari kabupaten ke kota. “Segera kita akan lakukan simulasi dulu, hasilnya akan diputuskan apa satu arah atau ada alternatif lainnya,” tandasnya. (awr/gus)

Berita Terkait