Cari Penunggak Pajak, Samsat Kuningan Gelar Razia Gabungan

Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan kembali menggelar razia Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) alias tidak membayar pajak selama tiga hari.FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGANB

KUNINGAN-Memasuki triwulan keempat tahun 2019 ini, Petugas Samsat Kabupaten Kuningan bekerjasama dengan Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan kembali menggelar razia Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) alias tidak membayar pajak selama tiga hari.

Hari pertama kegiatan razia digelar di ruas Jalan Raya Cirendang depan Taman Cirendang, kemarin. Seperti biasa, kegiatan razia melibatkan petugas Polres, Dishub Kabupaten Kuningan dan juga Denpom yang berjaga di jalan menghentikan setiap kendaraan yang melintas dan meminta pengendaranya menunjukkan kelengkapan surat-surat terutama terkait pelunasan pajak kendaraannya. Sementara di pinggir jalan, tampak petugas Samsat melayani para pengendara motor dan mobil yang terkena razia karena belum melunasi pajak kendaraannya.

Kasi Pendataan dan Penetapan Kantor Cabang Pelayanan Pendapatan Daerah (CPPD) Samsat Kuningan Yus Muhamad Nizar mengatakan, kegiatan razia KTMDU tersebut akan digelar selama tiga hari berturut-turut di tiga lokasi berbeda, dilanjutkan razia serupa melibatkan Polsek di lima wilayah. Dijelaskan, kegiatan ini sebagai upaya menyadarkan masyarakat tentang kewajiban membayar pajak kendaraan, sekaligus memberikan kemudahan bagi mereka yang belum melakukan kewajibannya.

“Masyarakat yang belum bayar pajak bisa melakukan pembayaran di meja pelayanan yang sudah kami sediakan di sini. Jika kebetulan tidak bawa uang, maka surat keterangan pajak daerah (SKPD) yang melekat pada STNK dititipkan untuk boleh diambil kembali pada saat pelunasan di kantor Samsat,” ujar Yus di sela-sela kegiatan razia KTMDU kepada Radar Kuningan.

Diakui Yus, kesadaran masyarakat membayar pajak kendaraan saat ini masih belum menggembirakan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka tidak mau membayar pajak kendaraan seperti karena alasan lokasi yang jauh ke kantor Samsat hingga alasan kendaraan sudah rusak, dijual ataupun hilang.

“Sebagai solusinya, kami kini mempunyai Samsat Keliling yang setiap hari mengunjungi masyarakat ke kecamatan-kecamatan secara bergiliran. Selain itu, untuk masyarakat yang tinggal di wilayah Timur Kuningan kami juga telah menyediakan loket pelayanan Samsat di KCP Bank BJB Luragung, Samsat Masuk Desa (Samades) dan Loket Samsat di Pos Polisi Cilimus sehingga masyarakat bisa lebih mudah melakukan pembayaran pajak kendaraannya,” kata Yus.

Selain itu, lanjut Yus, ada kemudahan lain bagi masyarakat yang ingin melunasi pajak kendaraannya kini bisa lewat ATM atau di mini market Alfa Mart atau Indomaret. Sekalipun hari Minggu atau libur tanggal merah, kata Yus, masyarakat tetap bisa membayar pajak untuk kemudian menukarkan struk bukti pembayaran ke kantor Samsat untuk ditukar STNK yang baru.

“Yang terbaru kami baru meluncurkan program Samporet yaitu Samsat Poek Ngabret. Kami membuka pelayanan pembayaran pajak malam hari di Taman Kota Kuningan setiap hari senin hingga Kamis,” ungkap Yus.

Dengan segala kemudahan tersebut, Yus pun berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraannya. Karena, kata Yus, pajak kendaraan yang dibayarkan tersebut akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur jalan yang semakin baik. (fik)

Berita Terkait