Cari Karyawan, Malah Dapat Maling Mantan Napi Lapas Kuningan

Pelaku Baru Dua Hari Bekerja

DITANGKAP POLISI copy
ILUSTRASI-DITANGKAP POLISI

CIREBON-Ini bisa jadi pelajaran bagi para pemilik usaha yang hendak menerima karyawan baru. Jika tidak hati-hati, bisa-bisa Anda menjadi korban kejahatan. Seperti dialami Rustandi (36) pemilik usaha pangkas rambut di Desa Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Warga asal Garut itu tertipu seseorang yang baru ia terima sebagai karyawan. Peristiwa itu terjadi ketika Rustandi kedatangan seorang pemuda yang mengaku berasal dari Garut, Kamis (20/6). “Dia datang dan katanya pengen kerja. Kebetulan saya juga lagi butuh,” ujarnya.

Sejak awal, Rustandi tak menaruh curiga kepada pelaku yang juga mengaku sebagai warga Garut itu. Langsung diterima dan bekerja esok harinya. “Sempat saya coba juga dia. Saya suruh potong rambut dan memang bisa. Dia jago,” tutur Rustandi.

Tanpa pikir panjang, korban langsung memberikan kepercayaan penuh kepada pelaku untuk membuka pangkas rambut milik Rustandi lainnya yang telah lama tutup. Pangkas rambut itu berada di Desa Tegalwangi, Kecamatan Plumbon. “Bahkan saya suruh dia menginap di sini, di tempat saya kerja. Saya kasih makan juga, biar enak gitu kan,” bebernya.

Tak disangka, kebaikan Rustandi memberikan pekerjaan justru dibalas pelaku dengan tindak kejahatan. Pada hari kedua bekerja, pelaku membawa kabur sepeda motor yang dipinjamkan korban untuk menuju tempat kerja yang lumayan jauh. Ironisnya, motor tersebut bukan milik Rustandi, melainkan hasil gadai dari seorang teman korban. “Biasanya dia kan pulang jam 8 malam, terus bantu saya juga di sini kalau habis dari sana (dari tempat pangkas rambut di Tegalwangi). Tapi sampai malam itu tidak datang-datang,” ucapnya.

Padahal, menurut warga sekitar, pangkas rambut tersebut sudah tutup sejak pukul 18.00 WIB. Korban yang panik akhirnya mendatangi rumah kos teman pelaku yang sempat menjadi tempat menginap selama di Cirebon. Namun, ia tidak menemukan pelaku di rumah kos tersebut. “Setelah saya ngobrol, baru tahu ternyata dia baru satu hari di Cirebon. Jadi temannya juga baru kenal,” tutur Rustandi.

Dari teman pelaku, ia juga akhirnya mengetahui jika pelaku merupakan mantan narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kuningan. Ia dijebloskan ke penjara dengan kasus yang sama, yakni penipuan sepeda motor.

Tak hanya itu, pelaku juga sempat berubah-ubah ketika ditanya identitas pribadinya. Kepada korban, pelaku mengaku bernama Diki dan berasal dari Garut. Sedangkan kepada orang lain pelaku mengaku bernama Fajar asal Bandung. “Dia juga plin-plan ngakunya sudah menikah tapi ke temannya ngomongnya belum,” terangnya.

Kini, Rustandi hanya bisa menyesali sikapnya yang kurang hati-hati. Ia berharap kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran untuk pemilik usaha lainnya. “Ke depan sih harus lebih hati-hati ya, walaupun mengaku dari daerah yang sama, tetap harus teliti. Dan harus dilihat identitas serta aktivitas kesehariannya. Karena setelah saya lihat akun Facebook pelaku, ternyata memang penampilan dan kegiatannya seperti anak berandalan,” tandas Rustandi. (day)

Berita Terkait