CIREBON-Pemerintah Kota Cirebon mematangkan persiapan operasional Bus Rapid Transit (BRT). Termasuk kerja sama dengan pihak ketiga yang akan menjadi operator.

Kehadiran cikal bakal transportasi masal ini, diharapkan segera terwujud. Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon M Imam Yahya SFil I mengapresiasi upaya pemkot mewujudkan operasional BRT di Kota Cirebon. “BRT ini bisa menjadi solusi terhadap persoalan angkutan dan lalu lintas di Kota Cirebon,” ujarnya Imam.

Menurut dia, kehadiran BRT juga dalam rangka memenuhi kewajiban untuk menyediakan transportasi publik dan pelayanan kepada masyarakat. BRT juga diharapkan dapat benar-benar menjadi cikal bakal transportasi masal dan dikembangkan menjadi sebuah sistem transportasi terpadu. “Sekarang jalanan kota itu sudah padat di mana-mana. Banyak kendaraan pribadi. Kita harapkan transportasi masal ini bisa jadi solusi,” katanya.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon menargetkan Bus Rapid Transit (BRT) bisa segera beroperasi. Kendati demikian, ada beberapa kajian yang perlu dimatangkan, sebelum nantinya dituangkan dalam Peraturan Walikota (Perwal).

Regulasi tersebut rencananya akan rampung pada akhir Januari tahun depan. Dikatakan Kepala Dishub, Ir H Yoyon Indrayana MT, BRT nantinya akan dikelola oleh Perusahaan Daerah Pembangunan (PDP) yang menggandeng PT Tron dan PT Dewaraja dalam operasionalnya.

Saat ini, kedua belah pihak masih menyusun Perjanjian Kerja sama (PKS) dan juga teknis operasional, seperti rute, biaya dan sumber daya manusia. PDP menggandeng dua perusahaan itu, karena dianggap berpengalaman mengelola BRT di Bekasi dan Banyumas. “Kalau Perwalnya sudah jadi, ya sudah kita serahkan kepada PD (Pembangunan) bagaimana operasionalnya. Kita tinggal mengawasi saja,” ujar Yoyon. (abd)

Berita Terkait