Buru Babi Hutan yang Resahkan Warga Cimahi

BURU-BABI-HUTAN
Tim pemburu The Brother Porbbi Kuningan, terjun ke kawasan perhutanan di Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan, guna memburu hama babi yang meresahkan warga sekitar. Foto: Istimewa

KUNINGAN – Warga 2 desa di Kecamatan Cimahi, tepatnya Desa Cimahi dan Gunungsari, merasa resah dengan keberadaan hama Babi hutan. Mereka merasa terganggu dengan keberadaan babi tersebut, karena telah merusak tanaman pertanian mereka, termasuk mengganggu pengguna jalan.

Terhadap kondisi tersebut, sejumlah warga pun meminta bantuan Komunitas Pemburu Kuningan (The Brother) yang terhimpun dalam Porbbi Kuningan untuk mengendalikan hama Babi yang sudah meresahkan masyarakat Cimahi itu.

Menurut Korlap The Brother Porbbi Kuningan, Didi Debleng, pihaknya telah menurunkan tim guna menindaklanjuti keinginan warga untuk memburu hama Babi di wilayah Cimahi. Diakuinya, keberadaan Babi tersebut sudah sangat meresahkan warga karena mengganggu tanaman yang selalu merugikan petani.

“Ini sudah meresahkan warga, tanaman warga terganggu oleh hama Babi. Kalau petani menanam tanaman itu harus menjaga siang malam, kalau nggak dijaga habislah. Jadi, petani yang menanam ya dia harus nginep di sawah atau di kebun. Makanya kita bantu untuk membasmi Babi-babi yang meresahkan ini,” kata Didi diiyakan rekannya, Iwan Patok, kepada Radar Kuningan.

Keresahan juga dirasakan masyarakat, karena cukup banyak pengendara, terutama pengendara motor yang menabrak babi saat melintas di jalanan desa. Tak jarang pula pengendara mengalami kecelakaan dan terluka akibat babi-babi yang melintas dan tertabrak tersebut.

“Untuk pengendara kendaraan, perjalanan menjadi tidak nyaman karena keselmatan terganggu oleh Babi-babi yang melintas dan tertabrak. Banyak warga yang sering menabrak babi yang melintas di jalan, bahaya,” ujarnya.

Untuk itu, komunitas pemburu kuningan kompak dengan bahu membahu untuk membantu masyarakat Kecamatan Cimahi yang resah atas keberadaan babi liar tersebut. Menurut Didi, tim pemburu yang diterjunkan selain dari Kuningan, juga terdiri dari Tasikmalaya yang ikut berpartisipasi.

“Alhamdulillah tim kita kompak, apalagi ada satu rombongan dari Tasikmalaya ikut membantu kita. Dalam kegiatan ini ke depan akan diikutsertakan beberapa tim dari Tasik untuk membantu program ini. Peserta ada 8 mobil dari Kuningan, 1 mobil dari Tasik. Kita bahu membahu komunitas pemburu Porbbi Kuningan dan masyarakat setempat kompak membantu kami. Hasil dapat 6 ekor babi, karena yang 4 ekor besar sekali ditinggalkan di hutan karena repot untuk membawanya,” kata Didi.

Didi bersyukur karena kegiatan perburuan hama babi hutan tersebut mendapat dukungan dari Bupati Acep Purnama dan juga Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy. Pihaknya memastikan perburuan akan dilakukan secara rutin seminggu sekali guna membantu warga sekitar.

“Alhamdulilah kegiatan ini didukung sekali oleh Bapak Bupati Kuningan dan Bapak Ketua Dprd Kuningan. Mudah-mudahan jadi agenda rutin seminggu sekali karena hama babinya bisa disebut ratusan, dan titik-titiknya banyak sekali,” ujar Didi.

Adapun rombongan atau tim dari Kuningan yang diterjunkan untuk memburu babi-babi hutan di Cimahi, yakni dari Cileuleuy, Kuningan, Karangtawang, Galaherang, Cineumbeuy, Ciporang Maleber, Cijoho, Cipaheut, Panyosogan, Kalimanggis, Cihirup, Cipicung, Luragung, juga Tasikmalaya. Mereka justru menganggap lokasi perburuan tersebut sangat bagus untuk dijadikan sebagai destinasi wisata pemburu.

“Lokasi ini sangat bagus pemandangannya, bagus, strategis dan medannya sangat menunjang. Untuk pemburuan lebih bagus di lokasi ini (Cimahi, red), layak untuk even nasional dibandingkan lokasi-lokasi yang sudah digelar even nasional di Indonesia,” kata Dadan, pemburu dari Tasikmalaya. (muh)

Berita Terkait