Budayawan Cirebon Sebut Faktor Keamanan Cederai Kota Wali

CIREBON-Peristiwa kriminalitas akhir-akhir ini, telah mencederai Cirebon sebagai kota wali. Masalah keamanan di Kota Cirebon menjadi sorotan terutama setelah peristiwa penusukan terhadap salah seorang santri Pondok Pesantren Khusnul Khotimah Kuningan, Muhammad Rozien (17), beberapa waktu lalu.

Peristiwa tersebut kemudian diikuti rentetan kejahatan jalanan lain yang mengiringinya. Hal tersebut dikhawatirkan juga akan berdampak terhadap kondisi pariwisata Kota Cirebon.

Keselamatan dan Kemanan menjadi faktor utama bagi para wisatawan untuk mengunjungi suatu daerah. Apabila Citra ini gagal diperbaiki, bisa dipastikan sektor pariwisata akan terhambat.

Budayawan Cirebon Akbarudin Sucipto mengatakan, wajar saja masyarakat dan juga wisatawan mempertanyakan. Pasalnya, sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota Cirebon telah memilih sektor pariwisata sebagai program prioritas. Maka dari itu, faktor keamanan sebagai unsure pendukung keamanan juga mesti diperhatikan.

“Kalau orang kan, ke Cirebon itu untuk berziarah atau mengunjungi situs situs bersejarah. Seringnya aktivitas ini dilakukan di malam hari. Kalau tiba tiba ada preman kan pastinya mereka juga akan kapok,” katanya, Kamis (19/9).

Kendati aparat kepolisian telah dengan sigap menangkap para pelaku kejahatan tersebut. Namun, pemerintah harus mengembalikan kepercayaan masyarakat dan wisatawan bahwa kota Cirebon betul-betul aman untuk dikunjungi.

“Sangat disayangkan kalau citra kota wali tercoreng. Terlebih untuk sektor pariwisata ini, sudah banyak usaha yang dilakukan. Banyak event yang telah diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun pihak swasta,” tandasnya.

Sebelumnya, Walikota Cirebon Nashrudin Azis telah menggaransi keamanan Kota Cirebon. Polres Cirebon Kota juga terus melakukan upaya-upaya menekan kriminalitas jalanan. Termasuk menangkap para pelaku kejahatan. Diharapkan upaya-upaya tersebut dapat mengembalikan keamanan masyarakat Kota Cirebon. (awr)

Berita Terkait