Brankas Milik Perusahaan Teh Dikuras, Rp21 Juta Lenyap, Sudah Tiga Kali Kejadian

CIREBON-Baru sekitar dua bulan pindah gudang ke Jalan Pangeran Cakrabuana, Desa Cempaka, Kecamatan Talun, perusahaan Teh Eco sudah kemalingan sebanyak tiga kali. Kejadian terakhir terjadi pada Rabu dini hari (18/9), di mana seluruh isi brankas senilai Rp21 juta ludes digondol maling.

“Kejadian pertama aki mobil seharga Rp1 juta raib. Selang beberapa minggu kemudian speedometer mobil boks seharga Rp3 juta hilang. Nah yang terakhir sekarang. Isi brankas sebanyak Rp21 juta dikuras maling,” ungkap Rudi, Kepala Depo Teh Eco Cirebon.

Rudi mengatakan, kejadian pembobolan brankas ini diketahui pertama oleh dirinya, yang saat itu baru masuk gudang sekitar pukul 07.00 WIB. Dia kaget karena barang dalam gudang sudah berantakan. Rudi juga melihat brankas yang harusnya berada di dalam ruangan bosnya, malah berada di depan pintu belakang dengan kondisi rusak dan isinya ludes.

“Pintu bekang ini ada bekas congkelan, diduga pelaku masuk pada waktu dini hari dengan cara mencongkel pintu belakang, kemudian masuk mencari brankas dan menyeret hingga di depan pintu belakang. Brankas itu dibuka di situ dan uangnya diambil. Padahal ada laptop, komputer dan lainnya. Tapi, pelaku hanya ngambil isi brangas saja,” ujarnya.

Menurut Rudi, pelaku diduga merupakan orang yang paham dengan situasi sekitar gudang. Ia mengatakan sangat tidak mungkin bila karyawannya sendiri yang melakukan kejahatan itu. “Selama ini gak ada masalah. Baru ini saja, setelah pindah gudang di Cempaka ini,” terangnya kepada Radar Cirebon.

Rudi sendiri sudah mendatangi Mapolsek Talun untuk melaporkan kejadian tersebut. Dia juga mengatakan pihak kepolisian sudah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan meminati keterangan saksi-saksi. “Termasuk memeriksa sidik jari di brankas,” ucapnya.

Disinggung soal penjaga malam, Rudi mengaku pihaknya sudah menyewa seseorang untuk menjaga di malam hari. Namun, hanya menjaga di bagian luar saja. Tidak sampai masuk ke dalam gudang karena kondisi gudang di kunci rapat oleh dirinya. “Sekarang sudah terjadi tiga kalinya. Ini benar-benar sudah tidak aman. Mungkin kita akan siap-siap lagi untuk pindah ke tempat lain yang lebih aman,” ujarnya.

Sementara Kapolsek Talun AKP Eddie Mulyono melalui Kanit Reskrim Ipda Soleh mengatakan pihaknya sudah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. “Kita dengan buser (buru sergap) masih memburu pelaku,” singkat Ipda Soleh. (cep)

Berita Terkait