BPBD Latih Warga Tanggulangi Bencana

TANGGUH BENCANA: Para peserta pelatihan tangguh bencana sedang mendengarkan paparan dari instruktur terkait program desa tangguh bencana, kemarin 15/11).FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

DESA rawan bencana di Kabupaten Cirebon disiapkan jadi desa tangguh bencana (Destana). Tujuannya, agar masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana bisa tanggap dan tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Cirebon, Siaga Pratama Subiantoro kepada Radar Cirebon menuturkan, untuk tahun ini ada enam desa yang ditargetkan menjadi Destana. Desa-desa tersebut berada di lokasi rawan bencana, khususnya banjir.

“Yang saat ini kita beri pelatihan ada Desa Ciledug Wetan dan Desa Ciledug Lor. Jumlah pesertanya sekitar 50 orang dari 2 desa. Ada 7 modul dan beberapa materi yang kita berikan untuk bekal Destana ini,” ujarnya.

Menurut Siaga, tujuh modul yang diberikan BPBD tersebut, di antaranya terdiri dari pengertian penanggulangan bencana, kajian risiko bencana, sistem peringatan dini, penyusunan rencana evakuasi, rencana kontijensi, forum pengurangan risiko bencana, dan penyusunan rencana penanggulangan bencana, serta pembuatan shelter posko.

“Kita beri materi tersebut selama seminggu kegiatan. Ini penting dipahami agar masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana punya persiapan dan tahu harus bertindak apa, jika terjadi bencana. Pelatihan ini untuk mempersiapkan masyarakat agar tangguh menghadapi bencana,” imbuhnya.

Selain tangguh menghadapi bencana, yang ditekankan dalam pelatihan tersebut adalah para peserta dan masyarakat diberikan pengertian untuk melakukan upaya pengurangan risiko bencana (PRB) sebagai upaya pencegahan dan langkah antisipasi bencana yang terjadi.

“Langkah-langklah pengurangan risiko bencana juga kita tekankan agar dilaksanakan dan diimpelementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti tidak buang sampah sembarangan, dan lain-lain,” jelasnya.

Setelah di Ciledug, rencananya tim akan kembali melakukan pelatihan bagi desa-desa yang ada di Kecamatan Pasaleman dan Waled, yang juga menghadapi ancaman bahaya bencana yang sama dengan wilayah Kecamatan Ciledug.

“Setelah Ciledug nanti ada Desa Cilengkrang, Cilengkrang Girang, Desa Tuk Lemahabang, Desa Japura Bakti Kecamatan Astanajapura. Ini wilayah-wilayah rawan bencana banjir juga,” bebernya.

Sementara itu, Kuwu Desa Ciledug Wetan, Sudin kepada Radar mengatakan, wilayahnya merupakan salah satu langganan banjir yang hampir terjadi setiap tahun. Dalam satu tahun, wilayahnya bahkan lebih dari lima kali diterjang banjir.

“Tahun kemarin salah satu bencana banjir yang paling besar, ketinggian banjir di beberapa tempat sampai 2 meter lebih, bahkan ada yang 3 meter. Kerugian tentu banyak. Harapannya, dengan pelatihan ini masyarakat bisa semakin siap dan tangguh menghadapi bencana,” ungkapnya. (dri)

Berita Terkait