Boeing Tingkatkan Kemampuan Pesawat Pengintai NATO

BOEING737
UJI COBA: Pesawat Boeing 737 MAX diujiterbangkan di Seattle, belum lama ini. American Airlines Group memperpanjang penangguhan penerbangan Boeing 737 Max hingga 3 September. Foto: AP

LONDON – Organisasi pertahanan negara-negara Atlantik (NATO) melakukan kerja sama bernilai miliaran dolar AS dengan produsen pesawat Boeing. Kerja sama itu untuk memodernisasi armada pesawat pengintai AWACS.

Hanya berselang beberapa hari sebelum pertemuan puncak NATO di London, pada Rabu (27/11) kontrak miliaran dolar AS (tidak dijelaskan angka pasti kontrak tersebut) diteken oleh kedua pihak.
“Modernisasi akan memastikan NATO tetap menjadi yang terdepan dalam teknologi,” ujar Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg dalam konferensi pers bersama Presiden Boeing, Michael Arthur seperti yang dimuat Al Jazeera.

Nantinya, seperti dikatakan Stoltenberg, modernisasi akan dikhususkan untuk peningkatan kemampuan komunikasi dan jaringan baru yang lebih canggih. Seperti merombak prosesor komputer, server, dan peralatan lainnya yang lebih kuat.

AWACS sendiri diterbangkan pertama kali pada 1982 dan telah mengalami beberapa kali modernisasi. Hingga dapat memiliki kemampuan untuk mendeteksi pesawat musuh, rudal, kapal, hingga persenjataan lainnya yang berada jauh di luar perbatasan NATO.

Pesawat buatan Boeing ini telah membantu NATO dalam misi melawan ISIS di Suriah dan sekitarnya. Pada 2014 lalu, AWACS juga hadir di sepanjang sisi timur NATO ketika Rusia menganeksasi Krimea.

Modernisasi sendiri akan didanai oleh 16 sekutu NATO. Seperti AS, Jerman, Turki, Italia, dan Spanyol. Selain Boeing, beberapa pekerjaan juga disubkontrakkan ke pemasok Eropa seperti Leonardo dan Airbus. (rmol/jpnn)

Berita Terkait