Bocah Asal Majalengka Ini Sudah 7 Tahun sejak Lahir tanpa Anus

bocah-tanpa-dubur
Misel Raisa Anjani (7) asal Desa Maja Utara, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, hidup tanpa anus. Misel tidak bisa menjalani operasi karena terkendala biaya. FOTO: ALMUARAS/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Sungguh malang nasib Misel Raisa Anjani (7). Bocah asal Blok jumat RT 01/03 Desa Maja Utara, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, itu sejak lahir tidak mempunyai lubang anus.

Menurut sang ayah, Waryani (52), putri ketiganya sejak lahir tidak memiliki anus. Sehingga untuk buang hajat besar dan kencing melalui lubang rahim alias vagina.

“Ketika masih kecil sering mengeluh sakit, tapi sekarang sudah jarang mengeluh sakit. Tapi kini perutnya jadi semakin membesar,” tutur Waryani di kediamannya, kemarin.

Beberapa tahun lalu anaknya sempat dirawat dua minggu di RS Hasan Sadikin Bandung, tapi urung dioperasi karena kondisi fisiknya kurang memungkinkan. “Saat ini kami ingin Misel dioperasi. Kami sudah memiliki BPJS (KIS) hanya tinggal untuk biaya trasportasi dan akomodasi selama proses operasi yang biasanya tidak cukup sekali,” ujar pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan ini.

Tokoh masyarakat setempat, Nurhuda, mengaku baru megetahui kondisi bocah yang baru kelas 1 sekolah dasar itu. “Ibunya Nanan Nurhayati (45) baru dua minggu menjadi TKW ke Malaysia dan kini sangat membutuhkan biaya untuk pengobatan dan operasi. Kami juga akan meggalang dana untuk meringankan bebannya,” ujar Nurhuda.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Maja, Apuh Alifuchin menjelaskan, sejak dulu pihak puskesmas menyarankan untuk operasi. Namun sang anak dan orang tuanya belum siap. Karena sang anak masih takut.

Apu menyebutkan, anaknya tergolong penakut dan kurang agresif. Apuh mengatakan, pihak puskesmas siap memberikan rujukan untuk operasi apabila pihak keluarga dan anaknya sudah siap.

Sementara Bidan Yuli Yulianti menjelaskan, pada 2 September 2012 lalu Misel Raisa Anjani lahir normal di puskesmas dengan menggunakan Jampersal. Sejak lahir bocah perempuan ini tidak memiliki anus.

Diterangkannya, saat usia 2 hari, bayi dirujuk ke RSHS dan dirawat selama 2 minggu. Setelah itu, Misel harus melakukan kontrol selama tiga bulan. Namun sayangnya hal itu tidak dilakukan karena terkendala biaya.

Selanjutnya, saat usia bayi 11 bulan, ibunya berangkat ke Arab Saudi selama 2 tahun. Ketika hendak di operasi, sang anak takut diperiksa dokter.

Kemudian, sang ibu akhirnya berangkat lagi ke Malaysia untuk melunasi utang dan memiliki biaya operasi. “Keputusan mau operasi sekarang kalau utang sudah beres semua,” ujar bidanYuli. (ara)

Berita Terkait