BMKG: Fenomena Gelombang Tinggi 4 Meter Akibat Sirkulasi Eddy di Sejumlah Wilayah

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia, Minggu (25/8/2019).

Fenomena gelombang tinggi terjadi akibat munculnya sirkulasi Eddy di Samudra Pasifik antara Kalimantan dan Papua.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Cilacap, Jawa Tengah, Rendi Krisnawan mengatakan, pola angin di perairan utara umumnya berembus dari tenggara ke selatan dengan kecepatan maksimum 30 knot.
Sementara pola angin wilayah selatan umumnya berembus dari timur ke tenggara dengan kecepatan maksimum 25 knot.

“Angin dengan kecepatan tersebut dapat memicu gelombang hingga setinggi empat meter,” katanya.

Rendi menyebut, kecepatan angin terpantau di Perairan Utara Sabang, Perairan Selatan Banten, Perairan Barat Sulawesi Selatan dan Perairan Utara Sorong.

“Khusus di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah dan Yogyakarta, gelombang diperkirakan dapat mencapai tinggi 2,5 meter hingga 4 meter,” ujar Rendi.

Peringatan ini, kata Rendi, mulai berlaku sejak Minggu (25/8/2019) hingga Selasa (27/8/2019).

BMKG mengimbau masyarakat, nelayan, dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di laut selatan Jawa untuk memperhatikan kondisi tersebut.

Menurut Rendi, untuk kapal nelayan yang beroperasi di perairan dangkal, kecepatan angin dapat mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.

Adapun untuk tongkang dan feri, kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.

“Untuk kapal ukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar, kecepatan angin dapat lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait