Berkas Lengkap, Tersangka Korupsi Proyek Jl Cipto Kota Pekan Depan Masuk Pengadilan Tipikor

Suherman (rompi depan) dan Haisar Rifai (rompi belakang) ditahan sejak 2 Oktober.FOTO:NURHIDAYAT/RADAR CIREBON

CIREBON-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon merampungkan berkas perkara korupsi proyek peningkatan Jl dr Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon. Sejauh ini ada dua orang tersangka; Haisar Rifai dan Suherman. Berkas atas nama tersangka Haisar Rifai dan Suherman telah dilakukan pelimpahan tahap 2 atau pelimpahan tersangka berikut barang bukti.

“Iya sudah lengkap atau P21,” tandas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Cirebon M Syarifuddin melalui koordinator tim penuntut umum Muhammad Hendra Hidayat kepada Radar Cirebon.

Haisar Rifai merupakan tersangka dari unsur aparatur sipil negara (ASN) yang menjabat sebagai kepala seksi di Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Cirebon. Sedangkan Suherman adalah pengawas lapangan dari PT Duta Cipta selaku konsultan pengawas. Kedua tersangka telah ditahan di Rutan Klas I Cirebon Jl Benteng, Kota Cirebon, sejak Rabu 2 Oktober 2019.

Hendra menjelaskan, setelah pelimpahan tahap 2 ini pihaknya tidak akan membuang waktu dan segera dilanjutkan ke persidangan. Jika tidak ada halangan, JPU akan melimpahkan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung pekan depan. “Minggu depan kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor. Kita sudah siapkan dakwaannya juga,” tutur Hendra.

Setelah dilimpahkan, selanjutnya penuntut umum tinggal menunggu penetapan hakim soal jadwal persidangan hingga lokasi penahanan tersangka. Jika berkaca pada kasus korupsi Jl Rinjani Raya-Jalan Bromo dan Jl Mahoni Raya, para tersangka ditahan di Rutan Kebonwaru Bandung. “Memang biasanya ditahan di Bandung, sesuai dengan wilayah hukum Pengadilan Tipikor di Bandung,” jelas Hendra.

Sebelumnya, jaksa juga memperpanjang masa tahanan Haisar Rifai dan Suherman. Masa penahanan diperpanjang karena penahanan 20 hari pertama telah berakhir pada Selasa (22/10), sehingga diperpanjang untuk 40 hari ke depan atau hingga Minggu mendatang (1/12).

Sementara mengenai satu tersangka lain yakni Sohibul Hidayat selaku Direktur PT Tidar Sejahtera yang merupakan pelaksana proyek yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya, pihak kejari menyatakan masih melakukan pencarian dan pengejaran terhadap tersangka.

“Mengenai SH (Sohibul Hidayat, red) masih kita upayakan pencarian dan pengejaran. Yang pasti tersangka sudah jelas-jelas berusaha melarikan diri. Makanya kita upayakan terus untuk penangkapan. Kemarin sudah kita cegah ke luar negeri. Kita juga minta bantuan dan koordinasi dengan berbagai instansi sampai ke pusat sudah kita sebarkan terkait pencarian tersangka,” ucap Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasis Pidsus) Kejari Kota Cirebon Sidrotul Akbar.

Seperti diketahui, Haisar, Suherman dan Sohibul Hidayat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek senilai Rp10,7 miliar pada Senin 22 Juli 2019. Haisar Rifai dan Suherman kemudian ditahan pada Rabu 2 Oktober 2019, sementara Sohibul Hidayat menghilang hingga saat ini. Berdasarkan perhitungan BPKP Jawa Barat, kerugian keuangan negara dalam proyek yang bersumber dari Dana DAK APBD Kota Cirebon tahun Anggaran 2017 ini senilai Rp2,3 miliar. (day)

Berita Terkait