Beri Pelatihan, Disnakertrans Gali Potensi Warga Cupang

HASIL OLAHAN: Camat Gempol Iman Supriyadi (dari kiri) bersama Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Tenaga Kerja, Suharto dan Kasi Pengembangan Sumber dan Perluasan Kerja, Titik Kusprapti SE melihat dan mencicipi hasil olahan makanan warga Desa Cupang. FOTO: SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
HASIL OLAHAN: Camat Gempol Iman Supriyadi (dari kiri) bersama Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Tenaga Kerja, Suharto dan Kasi Pengembangan Sumber dan Perluasan Kerja, Titik Kusprapti SE melihat dan mencicipi hasil olahan makanan warga Desa Cupang. FOTO: SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON

CIREBON-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cirebon memberi ruang pelatihan olahan makanan di Desa Cupang. Harapannya, menjadi kampung produktif. Bebas pengangguran.

Pelatihan sendiri digelar selama empat hari, Senin-Kamis (15-18/7) di Kantor Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sela Dwipa. Sedikitnya, 20 orang dilibatkan dalam pelatihan tersebut.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Tenaga Kerja Disnakertrans, Suharto mengatakan, program kampung produktif ini bertujuan menggali potensi desa. Baik Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusia dengan melakukan pelatihan secara kelompok. Hasilnya, memang layak dipasarkan.

Seperti olahan puding dan jenis makanan lainnya. Bahkan, ada kerajinan dari kantong plastik bekas. Semuanya ini bisa menjadi souvenir atau oleh-oleh saat banyak pengunjung yang datang di Desa Cupang, menikmati pemandangan alam batu lawang.

“Kerajinan dari kresek bekas (plastik) ini karena di Desa Cupang mempunyai bank sampah. Kemudian, sampah yang dapat didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Suharto didampingi Kasi Pengembangan Sumber dan Perluasan Kerja, Titik Kusprapti SE, usai penutupan acara pelatihan.

Apalagi, kata dia, Desa Cupang mempunyai destinasi Wisata Batu Lawang dan Situs Religi Sunan Bonang. Itu yang menjadi alasan Disnakertrans memilih pengembangan kampung produktif di Desa Cupang. Agar geliat ekonomi di Desa Cupang hidup. Apalagi, potensi SDA-nya sangat besar.

“Pelatihan kampung produktif adalah bagian dari season pertama. Berikutnya, ada pelatihan lanjutan di bulan Agustus dan November mendatang. Kami berharap, ke depan adanya sinergitas dengan instansi terkait untuk ikut intervensi melakukan program kampung produktif,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Gempol H Iman Supriyadi menuturkan, dengan adanya pelatihan kampung produktif ini, tentu bisa menambah wawasan warga Desa Cupang.

Bahkan, pihaknya akan mendukung program tersebut dari dana Pagu Indikatif Kecamatan (PIK). “Disnakertrans sebagai kailnya. Kemudian peluang itu harus kita tangkap agar masyarakat Desa Cupang lebih sejahtera,” imbuhnya.

Dia mengaku salut dengan ibu-ibu yang kreatif dan bisa berinovasi dalam mengolah makanan. Termasuk mengelola bank sampah. “Dengan adanya pelatihan dari Disnakertrans ini, kami harap, dapat meningkatkan derajat warga Desa Cupang,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kuwu Desa Cupang, Oo Sujoko menambahkan, pihaknya sangat mendukung sekali upaya dari pemerintah daerah melalui Disnakertrans yang telah memberikan pelatihan olahan makanan agar Desa Cupang menjadi kampung produktif.

“Kerajinan yang diolah oleh ibu-ibu dari bank sampah, bisa menjadi souvenir saat ada pengunjung berwisata ke Batu Lawang. Bahkan, harapan besarnya adalah ingin dibangun home stay agar para pengunjung bisa bermalam di Desa Cupang,” imbuhnya. (sam/adv)

 

Berita Terkait