Beras Aman Hingga Tahun 2021

AMAN: Perum Bulog Cabang Cirebon memastikan persediaan beras masih mencukupi untuk bulan 22 bulan ke depan.FOTO: NUR VIA PAHLAWANITA/RADAR CIREBON

CIREBON – Perum Bulog Cabang Cirebon memastikan persediaan beras masih mencukupi untuk 22 bulan ke depan. Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Topan Ruspayandi mengatakan, penyerapan beras dari para petani berjalan lancar di musim gadu, sehingga cadangan beras cukup melimpah.

“Ada cadangan sekitar 30 ribu-50 ribu ton. Jadi aman hingga tahun 2021,” ungkapnya kepada Radar Cirebon, kemarin (13/10).

Pihaknya optimis kekeringan yang melanda beberapa daerah akibat kemarau, tidak akan mengganggu penyerapan beras Bulog. Hal ini berbeda dengan periode yang sama pada tahun lalu. Kemarau benar-benar menyebabkan kekeringan. “Tahun lalu memang produksi beras menurun. Tapi Insya Allah tahun ini aman,” ujarnya.

Menurutnya, cadangan beras masih mencukupi hingga tahun 2021. Yang terpenting, beras yang dikonsumsi masyarakat adalah hasil produksi pertanian dalam negeri. Sehingga, keuntungannya pun dirasakan para petani lokal.

Lebih lanjut, di tingkat petani ketersediaan beras di Kabupaten Cirebon masih mengalami surplus. “Kabupaten Cirebon termasuk surplus. Tahun lalu saja secara nasional, meski pengadaan beras tengah menurun, tapi untuk Kabupaten Cirebon tertinggi pengadaan berasnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon, Tasrip Abu Bakar mengatakan, areal persawahan di wilayah Barat, Tengah dan Utara masih sangat memerlukan banyak air. Bahkan ada sejumlah petani yang terpaksa membeli air lantaran pasokan air yang berkurang.

Kecemasan petani khususnya di wilayah Barat yakni di Kaliwedi, Arjawinangun, Susukan, Panguragan, Kapetakan dan lain-lain bukan tanpa alasan. “Masih sangat butuh air. Kami minta agar intensitas pasokan air dari Waduk Jati Gede ditambah,” kata Tasrip.

Oleh karena itu, HKTI Kabupaten Cirebon kembali meminta pemerintah dan pengelola Bendungan Jatigede agar membuka kran air di Majalengka, Indramayu dan Kabupaten Cirebon. “Mudah-mudahan pemerintah dan pengelola Waduk Jatigede mau mendengar permintaan kami,” harapnya. (via)

Berita Terkait