Belum Dua Bulan 74 Kejadian kebakaran Lahan, Kerugian Capai Rp325 Juta

Petuags pemadam kebakaran saat memadamkan kebakaran lahan di Jl Kriyan, Jumat (27/9).FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Kebakaran lahan menjadi ancaman serius musim kemarau. Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran, belum dua bulan mereka sudah menangani 74 kejadian. Kerugian materi ditaksir menacpai Rp325 juta.

Yang terbaru, lokasi penyimpanan barang bekas di Jl Kriyan, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, terbakar hebat. Petugas pemadam kebakaran butuh waktu satu jam untuk menjinakan si jago merah.

Warga setempat sempat dibuat geger. Pasalnya, api tiba-tiba membesar persis setelah salat Jumat. Dugaan awal api berasal dari gudang kaca yang berada persis di sebelahnya. Namun ternyata sumber api berada di lahan penyimpanan bahan bekas.

Berdasarkan laporan Pusdalops Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD), penyebab kebakaran belum diketahui. Namun kuat dugaan, ada kelalaian warga yang membakar sampah dan ditinggalkan. Beruntung, api tidak merembet ke bangunan yang ada di sekitarnya.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan, Operasi dan Investigasi Dinas Pemadaman Kebakaran (Damkar) Kota Cirebon Ahmad Wahyudi mengatakan, petugas berhasil mencegah api tidak merembet ke lokasi lain. Area yang terbakar sekitar 600 meter persegi. “Empat unit mobil pemadam kami kerahkan. Soalnya asapnya sudah terlihat dari Jalan Layang Pegambiran,” katanya kepada Radar Cirebon di lokasi kejadian, Jumat (27/9).

Untuk menjinakan api, dinas damkar mengerahkan tiga unit kendaraan pemadam ke lokasi kejadian. Warga setempat, Amron (45) mengatakan, api dengan cepat membakar dan seketika asap membumbung tinggi. Ia juga tidak mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. “Awalnya kirain gudang kacanya yang terbakar. Ternyata lahan di belakangnya. Kalau di sini (lokasi lahan terbakar, red) memang tempat barang bekas. Habis Jumatan, warga baru pada gegernya,” ungkapnya.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan, Operasi dan Investigasi Damkar Kota Cirebon Ahmad Wahyudi mengatakan, dari sisi intensitasnya, kasus kebakaran dari tahun ke tahun selalu naik. Bahkan kenaikannya lebih dari 100 persen.

Dengan tingginya peristiwa kebakaran, ia mengimbau agar masyarakat lebih memerhatikan faktor-faktor penyebabnya. Kemudian memahami kesiapsiagaan dalam penanganan kebakaran. Damkar juga rutin melakukan sosialisasi ke masyarakat dan pembagian alat pemadam api ringan (APAR).

Kepala Dinas Damkar, Adam Nurudin jauh-jauh hari juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah, apalagi di lahan kosong dan kering. Menurutnya, sepanjang kemarau kebakaran bisa terjadi sampai tiga kali sehari. Untuk itu pihaknya menyiapkan kesiapsiagaan petugas damkar dalam menghadapi kebakaran yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi. “Kalau dilihat memang mayoritas kebakaran lahan kosong, karena ini musim kemarau. Mudah terbakar,” ujar Adam, belum lama ini.

Ada beberapa titik rawan kebakaran di Kota Cirebon, terutama di lingkungan padat pemukiman seperti di Jalan Pekiringan dan sekitarnya. Sementara untuk lahan kosong yang paling sering terbakar yakni, Jl Brigjen Dharsono (By Pass) dan Komplek Bima.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk bisa mengantisipasi dan mewasapadi bahaya kebakaran terlebih saat ini musim kemarau. Apabila ada kebakaran sekecil apapun, segera laporkan. Di samping juga masyarakat dapat berupaya memadamkan sebelum damkar datang, dengan memakai karung goni basah. (ade)

Berita Terkait