Begini Tanggapan DPRD Majalengka Soal Penerbangan Haji dari Kertajati

Jangan Dipaksakan tanpa Persiapan Matang

Bandara Kertajati Majalengka (BIJB)
Bandara Kertajati Majalengka (BIJB).FOTO: RADARCIREBON.COM

MAJALENGKA-Rencana penerbangan haji dari BIJB Kertajati untuk musim haji 2020 direspons positif publik Majalengka. Tapi, wacana ini perlu dikawal secara serius agar kelak terealisasi. Pasalnya, rencana menerbangkan tamu Allah dari Kertajati bukan hal baru. Sudah diagendakan sejak 2018, semua tanpa hasil.

Anggota Komisi IV DPRD Majalengka Drs Suheri berharap Pemkab Majalengka dapat menangkap rencana ini jadi peluang emas untuk mengoptimalkan peran Majalengka saat penerbangan haji jadi dilakukan lewat bandara Kertajati. “Tapi, rencana ini jangan sampai dipaksakan tanpa persiapan yang komprehensif oleh semua pihak,” terangnya, Minggu (8/12).

Dia berharap rencana ini juga jangan sekadar wacana saja. Sebab masyarakat Majalengka sudah sangat mendambakan terbang dari Kertajati saat melakukan ibadah haji atau umrah. “Banyak masyarakat berharap agar ketika ibadah haji atau umrah terbangnya lewat Kertajati. Jadi jangan sekadar wacana, tapi persiapannya juga harus komprehensif agar tidak mengecewakan yang dilayani,” tuturnya.

Selain itu, dalam jangka pendek, pihaknya melihat ada peluang yang bisa ditangkap yakni menjadi tempat singgah sementara jamaah. Ia mengatakan ini harus dimanfaatkan warga Majalengka. “Terlepas pro kontra lokasi pendirian embarkasi, ini tetap menjadi peluang emas bagi warga Majalengka. Kalau jadi di 2020 calhaj terbang dari Kertajati, harus membawa manfaat besar bagi warga Majalengka,” ujarnya.

Pernyataan Suheri sama dengan apa yang pernah disampaikan Bupati Majalengka Karna Sobahi ketika BIJB Kertajati batal untuk terbang haji 2019. Ketika itu Karna mengatakan batal terbang itu menjadi evaluasi semua pihak. Ia mengatakan seluruh stakeholder terkait harus kembali menyiapkan rencana secara matang untuk haji tahun 2020.

Pemkab Majalengka, kata Karna, mendukung penuh kebutuhan apa saja yang diperlukan dalam pematangan rencana tersebut. ”Kalau memang kekurangan persyaratan untuk peberbangan haji menyangkut asrama, maka segera leading sektor dalam hal ini kementerian agama membangun embarkasi. Maunya di mana dan kapan dimulainya. Paling tidak untuk antisipasi agar rencana ini (penerbangan haji) tahun depan (2020) bisa terealisasi,” tuturnya. (ara/azs)

Berita Terkait