Begini Cerita Warga Majalengka yang Selamat dari Kerusuhan Wamena, Papua

Disabet Parang, Motor Dibakar, Lolos ke Sentani Dibantu Penduduk Asli Wamena

Reza (kiri) berbincang dengan Bupati Majalengka Karna Sobahi. Reza merupakan salah satu korban luka akibat peristiwa kerusuhan di Wamena, Papua.FOTO:ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA-Tiga warga Desa Nanggewer, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, ikut merasakan suasana mencekam saat kerusuhan di Wamena, Papua, 29 September lalu. Dua di antaranya sudah pulang ke Majalengka. Yakni Narsono (30) dan Reza. Keduanya paman dan keponakan. Sementara Baridin (42), ayah Reza, baru akan pulang hari ini.

DI hadapan Bupati Majalengka DR Karna Sobahi MMPd, Narsono dan Reza menceritakan peristiwa yang menimpa mereka. Tentu, tak hanya bupati yang mendengarkan cerita Narsono dan Reza. Hadir juga Dandim 0617 Majalengka Letkol Inf Harry Subarkah, Kapolres AKBP Mariyono SIK MSi, para kepala OPD, camat, Pemdes Nanggewer, dan masyarakat setempat.

Narsono mengaku tak menyangka pagi itu merupakan peristiwa berdarah yang menewaskan puluhan orang. Dia sendiri tidak mengetahui masalah apa yang memicu kerusuhan itu. Yang jelas, saat itu ada sekelompok orang yang meminta aksi unjuk rasa. Namun tiba-tiba tidak diizinkan hingga mencoba masuk ke lembaga pendidikan (SMA di wilayah Wamena). Setelah itu, tiba-tiba saling serang antara beberapa orang, hingga meluas ke masyarakat umum.

“Awalnya ada sekitar 20 orang lebih. Diduga penyusup masuk ke satu sekolah, kemudian sekolah itu balik menyerang tanpa sebab. Diduga ini merupakan provokator dan mau adu domba. Hingga kemudian kerusakan kebakaran bermula di kantor bupati setempat,” kata Narsono.

Mendapati kondisi Wamena terus mencekam, dirinya lantas menghubungi Reza dan ayahnya Baridin untuk tidak berangkat berjualan ke kios-kios yang menjadi sasaran pembakaran. Tapi, lanjut Narsono, hari itu Baridin dan Reza justru memaksa ke lokasi tempat berjualan mereka.

Hingga pada akhirnya Reza menjadi korban peristiwa tersebut. “Kakak saya (Baridin, red) lari ke kanan, Reza justru belok ke kiri, tapi saya lihat dia (Reza, red) terjatuh. Lantas ada sekitar 20 orang lebih memukulinya hingga terdapat luka sabetan senjata tajam di bagian kepala Reza,” lanjut dia.

Halaman: 1 2

Berita Terkait