Bea Cukai Gagalkan Peredaran Pulpen Palsu dari China

Pulpen-palsu-china
Barang bukti pulpen palsu Standard AE7 yang disita Bea Cukai, Kamis (9/1). Foto: Antara

JAKARTA – Satu kontainer pulpen palsu sebanyak 858.240 unit berhasil digagalkan beredar di Indonesia oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Pulpen tiruan senilai Rp1 miliar tersebut didatangkan PT PAM dari China dengan merek Standard AE7. Sebenarnya, pulpen Standard AE7 tersebut made in Indonesia.

Standard AE7 terdaftar dengan hak kekayaan intelektual PT Standardpen Industries.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Heru Pambudi menyatakan, pulpen tiruan itu masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

penyitaan barang impor tiruan ini merupakan yang pertama sejak diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2017, menyusul diberlakukannya Undang-undang (UU) Nomor 17 Tahun 2006, sebagai revisi dari UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Heru menjelaskan sejak diterbitkan PP Nomor 20 Tahun 2017, perangkat hukum kepabeanan dengan sistem border measure HKI semakin lengkap, di antaranya diperkuat oleh Peraturan Menteri Keuangan Nomor 40/PMK 04/2018 sampai dengan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 06 Tahun 2019.

“Pengawasan dan penindakan HKI lebih optimal karena Bea Cukai, Mahkamah Agung, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dan Pengadilan Niaga telah terintegrasi sehingga memangkas waktu dan jalur birokrasi lintas kementerian atau lembaga,” tutur Heru, kepada Antara, Kamis (9/1).

Setelah mengamankan pulpen tiruan tersebut, Heru mengatakan, Bea Cukai segera menotifikasi kepada PT Standardpen Industries sebagai pemilik merek yang telah terekam dalam sistem otomasi kepabeanan barang-barang HKI, yang kemudian mengonfirmasi untuk dilakukan penangguhan sementara melalui Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Surabaya. (yud/antara)

Berita Terkait