Banyak Jadi TKI, 2.000 Warga Losari Belum Rekam E-KTP

Ilustrasi. Foto: Dok. radarcirebon.com

CIREBON – Mayoritas penduduk Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI). Kondisi ini yang menyebabkan pemerintah kesulitan untuk menyelesaikan perekeman KTP elektoronik (e-KTP).

“Ya mudah-mudahan hingga tenggat waktu yang diberikan, mereka (para TKI, red) bisa pulang dan melakukan perekaman,” ujar Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Losari, Nuryanto kepada Radar Cirebon.

Dia mengatakan, hingga saat ini dari sekitar 44 ribu data penduduk, tersisa sekitar 2.000 lebih yang belum melakukan perekaman. Nuryanto tetap optimis pihaknya bisa menyelesaikan perekaman.

Pasalnya, Kemendagri sudah resmi mengundurkan batas perekaman e-KTP hingga pertengahan 2017 mendatang. “Ya kalau diundur kita bisa selesai, karena memang masih banyak warga yang berada di Arab. Mereka masih memegang KTP manual dan belum melakukan perekaman,” ucapnya.

Untuk itu, dirinya mengimbau sanak keluarga TKI, agar memberitahukan mengenai perekaman e-KTP. Sebab memiliki identitas kependudukan merupakan hak bagi warga negara.

“Ini bukan kewajiban, tapi sudah menjadi hak warga mendapatkan KTP. Untuk itu, kita selalu mengimbau kepada warga yang belum merekam agar segera merekam KTP, dan juga bagi yang di luar negeri minimal mereka sudah masuk perekaman, perihal nanti pencetakannya kan bisa menyusul,” tuturnya.

Dalam melakukan perekaman, Kantor Kecamatan Losari memiliki satu unit perangkat alat perekaman e-KTP. Hal itu cukup membuat kewalahan tatkala warga banyak yang melakukan perekaman. Terlebih kadangkala server juga mengalami ganguan.

“Seperti Sabtu kemarin, servernya sedang rtusak, sehingga hari itu kita tidak membuka pelayanan perekaman. Padahal banyak warga yang melakukan perekaman,” tuturnya. (jml)

Berita Terkait