Banjir dan Longsor di Nepal, 55 Orang Tewas

BANJIR-NEPAL-1
CARI TEMPAT AMAN: Warga Nepal sambil membawa barang-barang melewati arus banjir yang deras di Gaur, Distrik Rautahat, Nepal, Minggu (14/7). Foto: Manish Paudel/Foto AP

KATHMANDU – Sedikitnya 55 orang tewas dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor di Nepal. Sementara sejumlah orang dilaporkan masih hilang dan lainnya luka-luka.

Menurut data yang dirilis Kementerian Dalam Negeri Nepal, Senin (15/7), banjir bandang dan tanah longsor di Nepal yang dipicu oleh hujan deras. Korban terus bertambah 55 orang dan sekitar 30 orang hilang dan 33 luka-luka akibat bencana itu.

“Bencana ini sangat merugikan perekonomian kami. Pemerintah segera menghitung kerugian sementara,” kata Juru Bicara Kabinet Nepal, Gokul Banskota, Senin (15/7).

Juru Bicara Palang Merah Nepal, Dibya Raj Poudel mengatakan, sekitar 10 ribu penduduk terpaksa mengungsi akibat bencana itu. Banjir bandang diduga, diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi iklim muson yang menerjang negara itu yang muka wilayahnya sebagian besar adalah pegunungan.

Curah hujan yang tinggi memicu aliran Sungai Kosi setempat meluap. Luapan air juga meluber ke wilayah Negara Bagian Bihar, India. Alhasil, otoritas India dan Nepal kemarin membuka 56 pintu air selama enam jam di sepanjang aliran sungai untuk mengurangi volume.

“Para pejabat mengatakan, Sungai Kosi di timur Nepal, yang mengalir ke negara bagian Bihar, timur India, telah naik di atas batas bahaya. Tapi saat ini, ketinggian air sekarang sudah berkurang,” ujar perwakilan kepolisian Nepal, Ishwari Dahal.

Kosi telah menjadi perhatian serius bagi India dan Nepal sejak sungai itu meluap pada 2008 dan berganti arah, menenggelamkan tanah dan mempengaruhi lebih dari 2 juta orang di Bihar. Sekitar 500 orang tewas dalam bencana tersebut.

Tiga puluh dari 56 pintu air di sepanjang Kosi di perbatasan Indo-Nepal telah dibuka, dan tim penyelamat dikerahkan untuk mengevakuasi penduduk desa, kata para pejabat.

Kantor cuaca mendesak warga untuk tetap waspada, mengatakan hujan lebat diperkirakan akan berlanjut hingga akhir pekan.

“Meskipun hujan telah mereda di beberapa daerah, orang harus tetap sangat berhati-hati karena ada kemungkinan hujan lebat hingga Minggu (14/7),” kata pejabat departemen cuaca Bibhuti Pokharel.

Hujan deras tahunan, yang biasanya dimulai pada Juni dan berlanjut hingga September, sangat penting bagi Nepal, negara berpenduduk 30 juta orang, dan India.

Pasalnya kedua negara ini bergantung pada hujan tahunan untuk pertanian. Tapi hujan membuat tanah longsor dan banjir sering terjadi, menewaskan puluhan orang setiap tahunnya. (der/rts/fin)

Berita Terkait