Banjir Bandang Sentani Jayapura, Korban Tewas 5 Orang

Banjir Bandang Sentani Jayapura, Minggu (17/3) (Foto. Persipura twitter)

Banjir bandang menerjang sembilan kelurahan di Kecamatan Sentani, Kabupaten Jaya Pura, Papua.

Ribuan warga di Kabupaten Jayapura, Papua, mengungsi ke tempat-tempat aman, menyusul banjir bandang yang melanda sedikitnya sembilan kelurahan di kabupaten tersebut, Sabtu (17/3/2019) malam. Untuk sementara, tiga orang dinyatakan tewas akibat terseret banjir.

Mereka yang mengungsi karena rumahnya sangat parah dilanda banjir antara lain warga di Doyo Baru, Kemiri, dan Sentani di Kecamatan Sentani, Jayapura.

 

Hingga Minggu (17/3/2019) dini hari, sudah ada lima jenazah di Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura, Papua, pasca- banjir bandang melanda Sentani, pada Sabtu (16/3/2019) malam.

“Sementara ada lima korban (tewas),” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Putu Agra SujarwadiMinggu dini hari.

Menurut dia, kelima jenazah itu dua di antaranya masih dilakukan identifikasi.

“Tiga sudah diidentifikasi, dan dua sementara diidentifikasi,” ujar Putu.

Sebelumnya, pasca-banjir bandang yang melanda sembilan kelurahan di Distrik Sentani, kantor SAR menerima dua jenazah.

Selanjutnya, tiga jenazah kembali ditemukan tim SAR gabungan di Kampung Kemiri, Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani.

Tiga korban orang dewasa yang baru ditemukan terdiri dari dua pria dan satu wanita. Ketiga jenazah itu tiba di kantor SAR, Minggu dini hari pukul 01.00 WIT.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulisnya mengatakan hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jayapura, Papua mengakibatkan banjir bandang di Kecamatan Sentani, pada Sabtu (16/3/2019) sekitar pukul 21.30 WIT.

Sebelumnya hujan deras mengguyur daerah Jayapura sejak pukul 18.00 WIT. Akibatnya 9 kelurahan di Kecamatan Sentani diterjang banjir bandang.

Ke-9 kelurahan itu yakni, Kelurahan Barnabas Marweri, Piter Pangkatana, Kristian Pangakatan, Didimus Pangkatana, Andi Pangkatana, Yonasmanuri, Yulianus Pangkatana, Nelson Pangkatan, dan Nesmanuri.

Banjir masuk ke rumah-rumah warga dan rumah sakit. Jalan berubah menjadi aliran permukaan yang deras.

“BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, relawan dan relawan melakukan evakuasi warga di tempat yang aman. Hujan masih turun,” kata Sutopo, Sabtu malam.

Jalan Tabita di Sentani masih terendam banjir dan tidak dapat dilalui. Warga Kemiri sudah mengungsi ke daerah Gunung Merah yang lebih tinggi.

Beberapa daerah lain juga terendam banjir seperti di Pasar Baru, BTN Gajah Mada dan lainnya. Banjir juga mulai masuk ke beberapa ruangan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Sentani.

“Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Papua. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Wisnu Sekretaris BPBD Prov. Papua +62 812-4856-984,” pungkas Sutopo.

Berita Terkait