Bangunan Liar Bima Disewakan Rp10 Juta/Tahun, Pedagang Waswas Pemkot Lakukan Penertiban

Warga bermain skateboard di Loop Arena Kawasan Stadion Bima, belum lama ini. Pemerintah Kota Cirebon akan melakukan penataan termasuk bangunan yang tidak sesuai perencanaan.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Bangunan liar (bangli) berupa kios yang baru berdiri diatas lahan sepanjang Kawasan Stadion Bima, ternyata dikomersilkan. Pihak yang membangun atau pemilik bangunan tidak menempatinya sendiri, tapi menyewakan kios yang dibuatnya kepada para pedagang.

Seperti yang diungkapkan salah seorang pedagang, sebut saja Suparman, dia menyewa kios sejak Bulan November kemarin. Pria asal Kabupaten Cirebon ini melihat potensi berjualan di Kawasan Stadion Bima cukup prospektif. Sebab, area ini selalu ramai dan menjadi tempat tongkrongan.

Dia menilai, banyak perkantoran di sekitarnya juga akan mendongkrak omzet jualannya. Sehingga dia berani menyewa satu unit kios untuk berjualan makanan, seharga Rp10 juta untuk setahun. Itu di luar dari listrik yang menggunakan token.

Ditanyakan menyewa ke siapa, Suparman enggan menyebutkan nama. Namun dia mengaku bila ingin menyewa, pemilik bangunan biasanya datang pada siang hari. Ada beberapa kios yang sedang disiapkan untuk penyewa baru lainnya.

“Sejak berjualan, omzet biasa aja mas. Mungkin masih baru dan belum banyak yang tahu tempat ini. Tapi sudah ada beberapa pelanggan tetap yang membawa temannya untuk makan atau ngopi,” ujar Suparman, Kamis (5/12).

Disebutkannya, rata-rata harga sewa kios ini sama. Ada yang lebih kecil mungkin dibawah harga biasanya, bahkan ada yang ambil kios besar karena sepertinya sebagai tempat tinggal. Soal rencana penataan dan penertiban oleh Pemerintah Kota Cirebon, beberapa pedagang justru baru mengetahuinya. Meski sebagian lain sudah mengetahui dan cukup waswas setelah menerima informasi tersebut.

Wartawan Radar Cirebon kemudian menjelaskan kepemilikan lahan Stadion Bima ini adalah milik Pemkot Cirebon, sewaktu-waktu bangunan bisa dibongkar. Mendengar hal itu Suparman terkejut, pasalnya dia mendapatkan jaminan dari pemilik bangunan, bahwa lahan tidak akan digusur.

“Masa sih, informasi dari mana? Memang minggu kemarin katanya ada petugas dari pemkot. Tapi katanya hanya mendata saja. Wah kalau begini saya khawatir, balik modal saja belum. Tapi mudah-mudahan tidak jadi ya mas,” katanya.

Dari pantauan wartawan Radar Cirebon di lokasi, sedikitnya ada tujug bangunan yang dibagi menjadi sekitar 20 unit kios. Ada yang masih berupa bangunan baja ringan. Dan belum seluruhnya terisi, tapi aktivitas jual beli khususnya makanan sudah cukup ramai.

Terkait dengan rencana penataan, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUP),R Aryo Purdianto SE MM mengaku, pedagang sudah diberi sosialisasi terkait bangunan yang ditempatinya adalah ilegal, karena tidak memiliki IMB. Sehingga sewaktu-waktu dapat dibongkar oleh pemerintah.

DPUPR, sebatas melakukan sosialisasi karena belum dapat mengeluarkan Surat Peringatan (SP) 1. Pertimbangannya, dari bagian aset Badan Keuangan Daerah (BKD) belum dijelaskan kewenangan yang dipegang oleh DPUPR. Apakah keseluruhan kawasan Stadion Bima, atau hanya pada bagian tertentu saja. Bila BKD sudah member kejelasan terkait aset, pihaknya akan memiliki dasar hukum yang kuat untuk mengeluarkan SP kepada pemilik bangunan liar.

Kendati demikian, pihaknya sudah menerima peta dari keseluruhan Kawasan Stadion Bima dari bagian aset. Peta ini menggambarkan batasan mana saja dari kawasan Stadion Bima, yang kini kepemilikan dan pengelolaannya ada pada Pemkot Cirebon.

Sementara untuk tahapan penertiban akan diawali dengan SP1, diikuti SP2. Di rentang waktu SP itu, pedagang dan pemilik bangunan diberi kesemparan membongkar sendiri. Bila masih membandel, pembongkaran akan dilakukan pemkot.

Di tempat terpisah, salah seorang pedagang makanan  yang menempati bangunan berupa kios mengaku sudah didatangi petugas dari pemkot. “Senin kemarin ada tiga orang ke sini, katanya dari pemda. Menanyakan IMB dari kios ini,” tukasnya. (gus)

Berita Terkait